KULON PROGO - Menjelang musim haji 2026, Kementerian Haji dan manajemen Yogyakarta International Airport (YIA) menyiapkan embarkasi haji berbasis hotel.
Saat ini, kesiapan embarkasi dan penerbangan hampir menginjak 100 persen. Bahkan kepastian penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah telah dikelurakan.
General Manager YIA Muhammad Thamrin menyampaikan, kesiapan bandara dalam mendukung pelaksanaan haji.
Secara total kesiapan bandara mencapai 90 persen, dan akan terus bertambah menjelang pelaksanaan haji akhir April nanti.
Pihaknya optimis dapat memberikan pengalaman embarkasi dan debarkasi yang lancar tertib dan aman utuk jamaah haji.
"Ada beberapa aspek yang kami perhatikan, fasilitas, infrastruktur, hingga SDM," ucap Thamrin, Minggu (12/4).
Thamrin menjelaskan, operasional penerbangan haji memiliki faktor yang harus dilengkapi. Terutama infrastruktur pelayanan yang disajikan untuk mengamankan perjalanan.
Mengakomodir 9.320 jamaah, YIA menyiapkan jalur khusus haji yang berbeda dengan penumpang reguler.
Skema jalur khusus, dilakukan untuk mencegah jamaah haji keluar dari rombongan hingga salah terminal.
Jalur ini dimulai saat embarkasi, yang mengarahkan jamaah menuju bandara sejak dari hotel. Dengan sisitem ini, jamaah hingga barang bawaan dipastikan tak tertinggal.
Jalur khusus haji juga dilengkapi pelayanan untuk lansia. Walau sudah memiliki pendamping, jamaah haji tetap mendapatkan sarpras dan pendamping yang membantu selama di bandara dan embarkasi.
"Dipersiapkan 52 penerbangan untuk embarkasi dan debarkasi," ungkapnya.
Thamrin menjelaskan, maskapai untuk pelayanan haji telah ditunjuk, Garuda Indonesia nantinya akan menerbangkan ribuan jamaah ke Arab Saudi.
Dalam penerbangan, dijadwalkan 26 penerbangan untuk embarkasi dan 26 penerbangan debarkasi. Dijadwalkan penerbangan dilakukukan secar direct flight atau penerbangan langsung dengan tujuan Jeddah atau Madinah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo Mulyono menyampaikan, kemantapan pelaksanaan haji telah dilakukan dengan diadakannya simulasi sebelum pemberangkatan.
Baca Juga: Pengerjaan Proyek Jembatan Kewek Mundur di Bulan Mei, Awal Tahun Depan Baru Bisa Digunakan
Sudah dua kali simulasi digelar, untuk mengevaluasi dan perbaikan pelayanan jamaah haji.
Simulasi kedua beberapa waktu lalu, memperbaiki simulasi pertama," ungkapnya.
Mulyono menyampaikan, perbaikan menyoroti pada saat jamaah haji memasuki hotel. Jalur masuk hotel diperbaiki agar lebih landai.
Tujuannya, agar bus jamaah haji tak berkerumun dan membuat macet. Sedangkan jamaah dapat nyaman memasuki hotel.
Dua simulasi sebelumnya juga memastikan petugas embarkasi dapat memperkirakan waktu pelayanan. Pelayanan yang dimaksud berupa kedatangan jamaah, administrasi, pemberangkatan, hingga kepulangan. Tujuannya, agar penerbangan tetap sesuai jadwal. (gas)
Editor : Bahana.