Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ala Guru Kulon Progo Usung Lokalitas dan Budaya Daerah

Anom Bagaskoro • Minggu, 12 April 2026 | 08:00 WIB
JAWAB TANTANGAN: Salah satu penulis buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menyampaikan isi tulisannya saat bedah buku. (Dokumentasi Pemkab Kulon Progo)
JAWAB TANTANGAN: Salah satu penulis buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menyampaikan isi tulisannya saat bedah buku. (Dokumentasi Pemkab Kulon Progo)

KULON PROGO - Guru di Bumi Binangun tak pernah habis dalam memberikan inovasi. Di tengah pemerintah pusat yang menggalakkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pendidik di Kulon Progo justru telah meluncurkan buku dengan fokus serupa. Bahkan buku tersebut mengusung lokalitas dan budaya daerah.

Perwakilan penulis buku Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Muhammad Arifien Zuhri menyampaikan, pembuatan buku berawal dari tantangan bupati Kulon Progo. Saat itu, guru bertemu dengan bupati dalam kegiatan audiensi.

Baca Juga: PSS Sleman Tak Terpengaruh Kenaikan Harga Avtur  yang Berimbas Naiknya Ongkos Pesawat

"Saat itu, ada tantangan untuk meningkat literasi anak-anak," ucap Zuhri Jumat (10/4).

Zuhri menyampaikan, tantangan itu muncul saat pemerintah pusat mengeluarkan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melihat tantangan, potensi, dan kebijakan, enam guru dari latar belakang pendidikan mereka menyusun buku dari nol.

Tak hanya sekadar menulis buku biasa, guru mempertimbangkan lokalitas daerah yang akan masuk dalam materi. Pihaknya harus melakukan penelitian serta kajian agar materi sesuai dengan fokus buku. Utamanya, tujuan menciptakan karakter dan menerapkan tujuh kebiasaan baik bagi pelajar.

Baca Juga: Gubernur DIY HB X Minta ASN di Pemkab Bantul Lebih Kreatif dan Inovatif untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Setelah melalui proses panjang, buku akhirnya diterbitkan. Terdapat empat macam jenis buku dengan judul yang sama. Di antaranya Fase A hingga D. Adanya fase pada buku disesuaikan dengan pembaca yang ditargetkan untuk jenjang pendidikan SD hingga SMP.

Pada buku untuk jenjang SD materi menguatkan pada pendidikan anak sekolah dasar. Tentu gragis serta tulisan disesuaikan dengan kategori umur. Tujuannya, agar anak tak mudah bosan dengan bahan bacaan. Lantaran, fokus utaakeberadaan buku adalah meningkat minat literasi.

"Lokalitasnya berupa budaya, kebiasaan, hingga makanan Kulon Progo," ungkapnya.

Baca Juga: Gubernur DIY HB X Minta ASN di Pemkab Bantul Lebih Kreatif dan Inovatif untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Tak hanya bahan bacaan biasa yang diserap dari program pemerintah pusat, pembaca diajak mendalami bacaan yang menunjukkan kegiatan seorang anak sejak bangun hingga tidur. Kemasan cerita diadaptasi dengan mengangkat unsur lokalitas. Seperti cerita siswa dari Perbukitan Menoreh yang setiap paginya harus berjalan ke sekolah. Cerita tersebut memantik siswa agar lebih memahami konsep olahraga di keseharian sebagai upaya Tujuh Kebiasaan anak Indonesia Hebat.

 

Penulis berharap bahan bacaan dapat dimanfaatkan sekolah serta siswa. Tentu bahan bacaan diharapkan dapat membentuk karakter siswa sejak dini. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat #Kulon Progo #Guru #buku #lokalitas