BERGIZI: Siswa sekolah dasar memakan menu MBG di balik ompreng. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
KULON PROGO - Upaya efisiensi anggaran berdampak ke program makan bergizi gratis (MBG) besutan Prabowo Subianto.
Di Kulon Progo, sekolah penerima MBG nantinya akan mendapat penyesuaian jumlah distribusi sebanyak lima kali dalam sepekan.
Kordinator Wilayah BGN Kulon progo Aini Ambarwati menyampaikan, penyesuaian jumlah distribusi MBG segera dilakukan.
Hal ini, menyusul Surat Edaran Kepala Badan BGN RI Nomor Nomor 8 Tahun 2026.
Surat tersebut berisikan penyaluran dan penyajian MBG.
"Ada penyesuaian terhadap distribusi MBG sesuai surat edaran," ucap Aini, Jumat (10/4/2026).
Pada surat edaran, distribusi MBG hanya dilakukan selama lima hari, dan menyesuaikan dengan aktivitas sekolah.
Jika sekolah melakukan pembelajaran tatap muka selama lima hari dalam sepekan, maka distribusi juga menyesuaikan lima kali.
Hal yang sama juga dilakukan pada sekolah yang KBM tatap muka dilakukan selama enam hari dalam sepekan, maka distribusi dilakukan selama enam kali.
Dari surat edaran itu, distribusi lima kali dalam sepekan tak akan berlaku bagi wilayah terpencil dan wilayah prevalensi stunting tinggi.
Dalam hal ini, sekolah di Kulon Progo dipastikan menerima distribusi sebanyak lima kali dalam sepekan.
Di samping itu, sekolah yang menjalankan daring tanpa tatap muka tak akan mendapat distribusi MBG.
"Adanya pengutan efektivitas layanan, pelayanan didasrkan hari efektif KBM," ungkapnya.
Aini menuturkan, penyesuaian makanan juga dilakukan.
Karena hanya lima hari, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi diwajibkan menyediakan makanan siap santap.
Ketentuannya, makanan harus segar atau fresh food dengan mempertimbangkan keamanan pangan saat distribusi.
Dengan pengurangan jumlah distribusi dari enam kali menjadi lima kali, operasional SPPG turut disesuaikan.
Tentu anggaran operasional SPPG mengalami pemangkasan.
Lantaran, anggaran menyesuaikan jumlah porsi penerima manfaat.
Salah satu orangtua siswa SD berinisial MB di Sentolo mengaku MBG yang diterima anaknya kini berkurang.
Sebelumnya, MBG setiap minggu didistribusikan selama enam kali.
Minggu pertama April, MBG mulai disalurkan sebanyak lima kali.
Pemberitahuan ke orangtua disampaikan akhir Maret 2026.
"Biasanya hari Sabtu dirapel hari Jumat," ungkapnya.
Bukannya menolak kebijakan baru, MB justru mendukung pengurangan distribusi.
Menurutnya, di tengah kelesuan ekonomi saat ini, negara harus mempertimbangkan penggunaan anggaran untuk MBG.
Lantaran, kebanyakan MBG terkesan mubazir, akibat kurang berkualitas. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva