KULON PROGO - Gugurnya Praka Farizal atau Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Warga Bumi Binangun turut mengenang dan berdoa untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Minggu (5/4/2026).
Pantauan Radar Jogja di rumah duka, warga Kalurahan Sidorejo telah memadati rumah duka sejak pukul 06.30. Mereka rela menghabiskan waktu menunggu keberangkatan jenazah dari rumah duka ke TMP Giripeni. Saat sesi pelepasan jenazah yang digelar secara militer, doa dari masyarakat dilantunkan mengawal keberangkatan. Jenazah yang dikawal dengan patwal itu, diikuti warga sekitar yang mengantarkan hingga TMP.
Baca Juga: Bermain dengan 10 Pemain, PSS U19 Lumat PSPS U19
Sesampai di TMP, sudah banyak warga yang tumpah ruah menunggu kedatangan jenazah. Dari balik pagar setinggi 160 cm, mereka mengintip dan menyaksikan prosesi pemakaman. Saat penghormatan ke jenazah, warga turut serta memberikan penghormatan tangan dengan badan tegap sempurna. Doa pun juga dipanjatkan saat prosesi doa ke jenazah.
Salah seorang warga sekitar Ramiyem menjelaskan, masyarakat antusias menyaksikan prosesi pemakaman jenazah Kopda (Anm)Farizal. Warga yang berjualan di depan TMP Giripeni itu mengaku baru kali ini melihat peristiwa semacam itu. Lantaran, beberapa kali prosesi pemakaman dilakukan hanya ratusan orang yang hadir, itupun peserta upacara. "Banyak dari warga yang datang, sebelum-sebelumnya tidak seperti ini," ungkapnya.
Walau tak bisa melihat langsung prosesi pemakaman karena terhalang pagar, banyak warga yang menunggu momen pemakaman. Ia turut prihatin atas kejadian yang menimpa prajurit TNI itu, dan mendoakan agar amal ibadah Praka Farizal diterima Tuhan.
Hal serupa juga diungkapkan tukang gali kubur Burhan bersama kelima rekan-rekannya. Persiapan pemakaman dilakukan sejak tiga hari lalu. Bahkan beberapa kali mengikuti gladi resik upacara pemakaman. Mereka ditugaskan menggali dan menutup liang lahat.
Menurutnya, berulang kali mengikuti prosesi pemakaman baru kali ini melihat antusias masyarakat yang cukup besar. Ia menduga masyarakat juga ingin memberikan penghormatan ke sosok Farizal yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Malam hari sebelumnya, isak tangis keluarga pecah saat jenazah Praka atau Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon tiba di rumah duka. Pantauan di rumah duka, keluarga hingga masyarakat telah berkumpul sejak pukul 19.00. Sebelum jenazah tiba, masyarakat sekitar melakukan tahlilan sembari melantunkan doa atas gugurnya almarhum.
Usai tahlilan, masyarakat tak langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka tetap bertahan di rumah duka, sembari menunggu kedatangan jenazah. Sekitar pukul 21.15, kabar kedatangan jenazah di Bandara Adisucipto telah terdengar. Kemudian tak selang lama kabar pemberangkatan dari bandara ke rumah duka menyusul.
Perjalanan jenazah juga disambut masyarakat sekitar jalan yang dilalui rombongan ambulans dan patwal. Terpantau masyarakat menunggu di sekitar Jembatan Srandakan hingga sampai ke rumah duka. Sekitar pukul 22.40 rombongan telah sampai di rumah duka.
Saat ambulans berhenti di halaman rumah, keluarga menyambut dengan isak tangis. Isak tangis pun pecah saat sanak saudara Kopda Farizal melihat pintu ambulans terbuka, memperlihatkan jenazah yang telah berada di dalam peti dan berbalut bendera Merah Putih. Bahkan kedua orang tua Kopda Farizal yang masuk dalam rombongan menahan tangis.
Baca Juga: PSIM Jogja Dituntut Konsisten, Van Gastel Akui Beratnya Semua Pertandingan di Sisa Kompetisi
Kedatangan jenazah juga disambut masyarakat, yang sengaja menunggu cukup lama. Usai suasana tangis meredam, masyarakat diperbolehkan melakukan salat jenazah. Ada ratusan masyarakat yang ikut memberikan penghormatan dengan shalat jenazah.
Komandan Brigif 25/ Siwah Kodam Iskandar Muda Kolonel Inf Dimar Bahtera menyampaikan, pemulangan jenazah Kopda Farizal telah sesuai jadwal, mulai penerbangan dari Turki hingga Tanah Air. Jenazah juga sempat mendapat penghormatan oleh keluarga besar TNI, termasuk Presiden Prabowo Subianto. "Alhamdulillah sesuai rencana," ungkapnya. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun