Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kronologi Terungkap: Praka Farizal Rhomadhon Terkena Serangan Mortir Israel Saat Salat Isya

Anom Bagaskoro • Rabu, 1 April 2026 | 15:30 WIB
BERTUGAS: Potret Praka Farizal saat bertugas di Lebanon dengan kendaraan militer PBB di belakangnya. (Instagram/Praka Farizal Rhomadhon)
BERTUGAS: Potret Praka Farizal saat bertugas di Lebanon dengan kendaraan militer PBB di belakangnya. (Instagram/Praka Farizal Rhomadhon)

 

KULON PROGO - Kronologi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon di Lebanon Selatan akhirnya terungkap.

 Sosok prajurit TNI ini, gugur saat melaksanakan shalat Isya akibat serangan mortir dari Israel.

Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Infanteri Dimar Bahtera menjelaskan kronologi lengkap insiden yang menimpa bawahannya itu.

Pihakny menerima informasi, anggota Brigif yang bernama Praka Farizal meninggal dunia pada Minggu (29/3/2026).

"Kronologinya, sedang salat Isya dan terkena mortir yang jatuh di sekitar area," ucap Kolonel Inf Dimar, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Awali Kiprah di EPA Championship U19 2026 dengan Kemenangan, Anang Hadi Puji Mentalitas PSS U19

Kolonel Inf Dimar menyampaikan, Praka Farizal saat itu sedang bertugas di kawasan Pos Pasukan Perdamaian.

Saat memeasuki waktu shalat pada waktu setempat, Farizal menjalankan shalat Isya di masjid. Letak masjid masih berada di kawasan markas pasukan perdamaian.

Nahasnya, saat menjalankan shalat area masjid justru terkena mortir yang berasal dari Israel.

Serangan memang tak mengarah langsung ke masjid atau pasukan yang sedang sholat.

Namun, dampak kerusakan akibat seranganitu membuat sejumlah pasukan luka-luka.

Termasuk Praka Farizal yang mengalami luka akibat serpihan mortir dan berakhir gugur dalam pengabdian misi perdmaian.

Baca Juga: Hari Libur Nasional Bulan April, 7 April 2026 Libur Hari Apa?

"Artileri jatuh di samping masjid, dan kebetulan ada pasukan yang sedang shalat," ucapnya.

MASIH BERDUKA: Supinah dan Senam, kedua orang tua mendiang Praka Farizal Rhomadhon. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
MASIH BERDUKA: Supinah dan Senam, kedua orang tua mendiang Praka Farizal Rhomadhon. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

Kolonel Inf Dimar mengenal sosok Praka Farizal sebagai adik dan bawahannya.

Lantaran, dirinya merupakan kelahiran Kulon Progo yang sama dengan Farizal.

Selama bekerja di Brigif, Farizal merupakan prajurit yang berdedikasi tinggi.

Tugasnya di bagian Provost Brigif sangat profesional, yang membuat senior maupun junior banyak meneladani sosoknya.

Sebelum ke Lebanon, Praka Farizal sempat bertugas di Papua.

Baca Juga: Demo Pegawai PT MTG, Disnaker Sleman akan Lakukan Mediasi Maksimal 30 Hari

Selama bertugas di Papua, kinerjanya tergolong apik.

Bahkan misi di Papua dijalani dengan kesuksesan. 

Takdirnya berlanjut saat rekrutmen pasukan perdamaian di Lebanon.

Proses seleksi yang panjang mengantarkan Praka Farizal bertugas sebagai pasukan perdamaian. 

Kolonel Inf Dimar menyampaikan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Mabes TNI terkait kepulangan Praka Farizal.

Pihaknya baru memastikan, upacara pemakaman akan digelar secara militer, sebagai wujud penghormatan ke pahlawan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Praka Farizal Rhomadhon #serangan mortir #Israel #lebanon #kronologi