Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menyusuri Jejak Sejarah Persandian Indonesia di Kulon Progo, BSSN Kembali Menggelar Napak Tilas Persandian

Anom Bagaskoro • Selasa, 31 Maret 2026 | 13:24 WIB
NAPAK TILAS: Peserta berjalan kaki ke beberapa rute yang dulunya sebagai rute kurir. (ANOM BAGASKORO/ RADAR JOGJA)
NAPAK TILAS: Peserta berjalan kaki ke beberapa rute yang dulunya sebagai rute kurir. (ANOM BAGASKORO/ RADAR JOGJA)

KULON PROGO - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kembali menggelar Napak Tilas Persandian di Kulon Progo, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini berfokus ke menyusuri jejak sejarah persandian Indonesia, selama perjuangan kemerdekaan.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan, napak tilas diikuti oleh jajaran Pimpinan BSSN, Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN, dan perwakilan Forum Komunikasi Sandi Daerah (Forkomsanda) DIY, serta unsur Pemda. Total peserta mencapai 161 orang.

Baca Juga: Sebulan Lagi Pulang, Prajurit TNI Asal Magelang yang Gugur di Lebanon Tinggalkan Istri dan Bayi

"Kegiatan ini untuk merefleksikan perjalanan panjang persandan dan peran mendukung keamanan siber," ucap Nugroho, Selasa (31/3/2026).

Nugroho menyampaikan, Napak Tilas juga menjadi momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 BSSN.

Peserta diajak menyusuri rute yang dahulu digunakan oleh kurir semasa perjuangan Kemerdekaan.

Rute tersebut kini dikenal sebagai kawasan Rumah Sandi.

Napak tilas diawali dengan peserta yang berkumpul di Lapangan Dekso, Kapanewon Kalibawang.

Baca Juga: Mengetahui Perjalanan Panjang Perfilman Indonesia: Dari Film Bisu ke Industri Modern

Dari situlah, peserta berjalan kaki menyusuri jalan aspal, sungai dan area persawahan.

Jalan berbukit yang merupakan rute kurir ditapaki setiap peserta. 

Perjalanan peserta berhenti sejenak di Rumah Karyo Utomo yang dulunya menjadi markas darurat TB Simatupang saat Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948.

Perjalanan yang menempuh hampir lima kilometer itu, dilanjutkan dengan berjalan kaki dengan tujuan Rumah Sandi, yang terletak di Paukuhan Dukuh, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh.

Baca Juga: Personel Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Bentuk Rapat Dewan Keamanan Darurat

Dulunya, rumah sandi merupakan rumah keluarga Merto Sutomo sebagai markas persandian darurat.

Dari situlah, jejak persandian untuk Kemerdekaan RI terlihat.

Lantaran, perjuangan dalam diam para kurir dan sandiman untuk mempertahankan kemerdekaan tergambar jelas.

"Rumah Sandi Dukuh menjadi simbol komitmen bangsa dalam menjaga kerahasiaan," ucapnya.

Napak tilas sejarah persandian diharapkan menjadi sarana pengingat sejarah.

Baca Juga: Mengetahui Perjalanan Panjang Perfilman Indonesia: Dari Film Bisu ke Industri Modern

 Peserta diharapkan mampu mencontoh perjuangan persandian di kala itu.

Mengingat di era awal kemerdekaan, infrastruktur dan teknologi tak segampang sekarang.

Namun, sejarah menjawab dengan keterbatasan yang ada pejuang mampu menjaga momentum kemerdekaan.

Nugroho menyampaikan, di era digital tantangan keamanan siber semakin meningkat.

Kesadaran publik dan pemangku kepentingan harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Lantaran, keamanan informasi merupakan bagian dari ketahanan nasional. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#persandian indonesia #Jejak Sejarah #siber #Kulon Progo #BSSN