KULON PROGO - Ratusan ribu penumpang bakal memadati Yogyakarta International Airport (YIA) selama Lebaran 2026.
Gelombang mudik jelang lebaran, diprediksi meningkat dibanding Lebaran tahun sebelumnya.
Manajemen YIA memprediksi adanya dua gelombang mudik jelang lebaran tahun ini.
General Manager YIA Ruly Artha menyampaikan, pembukaan posko Lebaran 2026 telah dilakukan.
Pembukaan posko juga menjadi sarana melihat kesiapan petugas bandara.
Pihaknya menyiapkan 641 personel yang ditugaskan khusus di bandara Lantaran, selama Lebaran nanti YIA akan dikunjungi ratusan ribu orang.
"Total penumpang selama posko Lebaran diprediksi mencapai 259.491 penumpang," ucap Ruly, saat ditemui awak media di YIA, Jumat (13/3/2026).
Ruly menjelaskan, akan terjadi peningkatan penumpang sebesar 2,2 persen dibanding Lebaran 2025.
Rata-rata penumpang harian akan mencapai 14.416 penumpang.
Pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan sebesar 3,4 persen.
Estimasi pergerakan pesawat akan mencapai 1.681 pergerakan selama 18 hari posko Lebaran beroperasi.
Manajemen YIA membuka peluang ke maskapai untuk menambah jadwal extra flight.
Tujuannya, untuk menjawab animo masyarakat yang hendak bepergian selama Lebaran.
Biasanya YIA melayani 88 flight perhari, namun dapat meningkat selama Lebaran nanti.
"Untuk sementara ini, beberapa maskapai telah menambahkan extra flight total 10 extra flight," tegasnya.
Peningkatan penumpang akan terus dipantau, karena dapat meningkat sewaktu waktu.
Hal ini dapat dilihat dengan awal pembukaan posko, YIA telah dipadati 15 ribu penumpang.
Kondisi libur panjang juga akan mempengaruhi peningkatan penumpang.
Pihaknya memprediksi adanya dua gelombang mudik.
Gelombang pertama terjadi pada 13 Maret dengan 15 ribu penumpang, dan gelombang kedua pada 18 Maret dengan 16 ribu penumpang.
Alasannya, libur lebaran juga bertepatan dengan perayaan Nyepi.
Termasuk libur sekolah yang terjadi H-8 sebelum lebaran.
Kepala Stasiun Meteorologi YIA Feriomex Hutagalung menyampaikan, penerbangan selama Lebaran dipastikan aman.
Akan tetapi, penerbangan perlu mewaspadai potensi hujan ringan hingga sedang, baik malam hingga malam hari.
Prediksi cuaca ini, akan terjadi mulai 13-24 Maret nanti.
"Ini juga musim pancaroba, jadi perlu mewaspadai cuaca ekstrim," ungkapnya
Omex mengungkapkan, prediksi musim kemarau bakal terjadi minggu kedua April.
Sehingga, penerbanan perlu mewaspadai peralihan musim dengan tanda cuaca ekstrim.
Cuaca ekstrim dapat menimbulkan curah hujan lebat, badai hingga petir.
Sementara itu, salah satu penumpang Miranda menjelaskan, tujuannya akan pulang ke Bangka Belitung.
Mahasiswi ini, mengaku sengaja memilih pulang lebih awal. Lantaran, studinya memasuki masa libur lebaran.
"Sengaja memilih lebih awal, momen libur dan supaya tidak kehabisan tiket," ujarnya.
Mira mengungkapkan, ada ketakutan kehabisan tiket pesawat saat Lebaran.
Sangat jarang ditemui tiket pesawat langsung menuju Bangka Belitung.
Ia sendiri mendapat tiket dengan harga Rp 1,5 juta. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva