KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo melaporkan temuan suspek dan kasus positif campak yang menjangkit warga Bumi Binangun.
Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih menjelaskan, instansinya terus melakukan pemantauan rutin kasus campak di masyarakat.
"Berdasarkan data 2026 ini, terdapat 36 suspek campak dan satu orang dinyatakan positif campak," terang Susilaningsih, Selasa (10/3/2026).
Dari 36 kasus itu, 32 di antaranya sudah masuk uji laboratorium.
Lalu, empat lagi belum masuk uji laboratorium.
Dan dua tambahan lainnya, dua orang ditemukan suspek klinis.
"Dua suspek klinis ini, gejala campak terlihat di penderita, tidak masuk uji laboratorium," bebernya.
Kasus suspek, dilakukan uji laboratorium di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY melalui sampel darah, usap tenggorokan dan urin.
Sedangkan satu kasus positif campak, teah mendapat penanganan medis dan memasuki masa penyembuhan.
Perempuan yang akrab disapa susi itu menjelaskan, walau ditemukan satu orang positif campak, pihaknya belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB).
Pasalnya, kejadian luar biasa dapat diputuskan apabila terjadi penularan oleh penderita di wilayah domisilinya.
Kendati ada potensi lonjakan kasus campak, pihaknya meminta masyarakat tak panik.
Pasalnya, sarpras kesehatan penanganan campak telah tersedia.
Termasuk obat-obatan untuk meringankan gejala campak tersedia di fasilitas kesehatan.
Masyarakat cukup meningkatkan kewaspadaan akan kasus campak.
Campak dapat menular melalui udara.
Terutama penderita yang sedang batuk berpotensi menularkan campak lebih tinggi.
Akan tetapi, penularan dapat dicegah apabila masyarakat telah menerima vaksin campak.
Kondisi itu memastikan Dinkes Kulon Progo menggencarkan vaksin campak, untuk tindakan pencegahan.
Terlebih vaksin campak telah tersedia di faskes terdekat.
"Kami juga menyiapkan surat edaran turunan dari pusat," tegasnya.
Dinkes Kulon Progo juga segera menerbitkan surat edaran.
Surat tersebut berfokus pada eskalasi kasus campak.
Jika merujuk surat edaran menteri kesehatan, setiap daerah ditugaskan menggencarkan vaksin campak.
Termasuk melakukan pemantauan intensif ke temuan kasus. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva