KULON PROGO - Insiden bocah BN,9, yang tenggelam di Muara Sungai Serang akhirnya menemukan titik temu. Pasalnya, tim gabungan berhasil menemukan jasadnya di sekitar Pemecah Ombak Karangwuni, Minggu (8/3) malam.
Kordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widiatmoko menyampaikan, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa diduga akibat tenggelam di muara sungai.
"Operasi hari sebelumnya sebenarnya ditutup sore hari, tapi malam masih penyisiran," ucap Aris, saat dikonfirmasi, Senin (9/3).
Aris menjelaskan, operasi pencarian reguler sebenarnya ditutup saat sore hari. Akan tetapi, Tim SRI Wilayah V Kulon Progo melanjutkan penyisiran di malam hari. Penyisiran juga dibantu relawan dan warga setempat. Terdapat dua tim pencarian malam yang menyisir beberapa lokasi.
Tim pertama menyisir area pemecah ombak Karangwuni dan Pantai Glagah. Sedangkan, tim kedua menyisir Muara Sungai Serang menuju arah utara ke Jembatan Karangwuni. Upaya pencarian ini, membuahkan hasil.
Tepat sekitar pukul 21.52, tim pertama menemukan benda mirip tubuh manusia di Pemecah Ombak Karangwuni. Setelah dilihat seksama benda terseubut memang jasad manusia yang mengambang di permukaan air.
"Pemecah ombak, jaraknya sekitar 200 meter ke barat dari lokasi terakhir kali dilihat," ujarnya.
Aris menjelaskan, jasad kemudian diangkat dari perairan ke daratan. Jasad lantas dibawa ke kediamannya dengan kantong jenazah. Kepolisian dan tim medis dipanggil untuk pemeriksaan jasad BN. Dari pemeriksaan, disapati BN meninggal dunia akibat tenggelam.
Sebelumnya, Kordinator Pos Basarnas Kulon Progo Seto Satrio mengupayakan pencarian korban tenggelam. Terdapat empat Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menyisir muara sungai hingga Jembatan Karangwuni. SRU 2 berfokus penyelaman di sekitar lokasi korban terkahir terlihat.
Sedangkan SRU 3 dan 4 melakukan penyisiran darat di Pemecah Ombak Glagah dan Karangwuni. "Beberapa metode pencarian diupayakan, agar korban segera ditemukan," ujarnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo