Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Ornamen PJU Jembatan Kabanaran Sudah Keropos Berujung Patah

Anom Bagaskoro • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:18 WIB

PATAH: Ornamen penerangan jalan umum di Jembatan Kabanaran ambruk usai diterpa angin.
PATAH: Ornamen penerangan jalan umum di Jembatan Kabanaran ambruk usai diterpa angin.
KULON PROGO - Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, setelah tiga bulan diresmikan, tiang penerangan jalan umum (PJU) ambruk.

Pantauan Radar Jogja di Jembatan Kabanaran Minggu (8/3), terdapat empat tiang PJU yang ambruk.

Ambruknya tiang PJU ditandai dengan patahan tiang, tepatnya pada sambungan logam bagian atas.

Di dasar tiang masih berdiri tegak, sedangkan bagian atas yang berbentuk ornamen gunungan telah patah hingga masuk area pedestrian.

Selain tiang yang masuk area pedestrian hingga mengganggu pejalan kaki, ditemukan juga tiang PJU yang mulai digerogoti karat.

Hal ini dapat dilihat dengan terbentuknya noda coklat yang membalut cat hitam tiang PJU.

Informasi yang dikumpulkan Radar Jogja robohnya tiang PJU telah terjadi sejak Rabu (4/3) lalu. Tiga tiang di sisi wilayah Kulon Progo dan satu tiang di sisi Bantul roboh akibat terpaan angin dan kondisi korosif logam.

Mengonfirmasi kerusakan itu, Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Budi Purwanta mengungkapkan patahnya tiang PJU akibat terpaan angin.

Pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY.

"Masih masa perawatan jadi kerusakan ditanggung pemilik proyek," ucapnya.

Budi menyampaikan, Satker PJN cukup komunikatif perihal masa perbaikan dan penanganan kerusakan.

Pasalnya, Jembatan Kabanaran masuk masa perawatan dengan perbaikan ditanggung kontraktor.

Pihaknya memastikan agar tiang PJU dapat segera diganti.

Untuk sementara ini, pihaknya hanya dapat menyingkirkan bekas tiang untuk disimpan di temopat aman.

Selama masa perawatan, DLH Kulon Progo tak bisa melakukan perbaikan. Hal ini diperkuat dengan kondisi anggaran perawatan jembatan yang telah diplot dalam APBD 2026.

Perawatan Jembatan Kabanaran dianggarkan Rp 81 juta, yang dikhususkan untuk pembersihan rutin, dan perawatan taman.

Sedangkan untuk perbaikan mayor, pemkab belum melakukan penganggaran.

"Terbatas untuk menyapu, pengumpulan sampah, dan perawatan tanaman," tegasnya.

Perawatan tanaman pun cukup terbatas. Petugas kebersihan difokuskan pada penyiangan rumput di area taman.

Sedangkan untuk tambal sulam tanaman belum optimal.

Pihaknya baru bisa melakukan tambal sulam tanaman jika jenis tanaman dapat diambil dari tanaman yang dibudidayakan DLH. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #ornamen #Jembatan Kabanaran