Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Langganan Banjir Hingga Atap Bocor, SDN Degung Kulon Progo Menunggu Perbaikan

Anom Bagaskoro • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:17 WIB

BERBEKAS: Guru SDN Degung menunjukkan material lumpur yang masih tersisa. 
BERBEKAS: Guru SDN Degung menunjukkan material lumpur yang masih tersisa. 


KULON PROGO - SD Negeri Degung di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo menunggu perhatian pemerintah.

Sebab sekolah ini menjadi langganan banjir.

Bagian atap bocor, membutuhkan perbaikan.

Kepala Sekolah SDN Degung Ika Pratiwi menyampaikan, sekolahnya dihuni 49 siswa dan 8 guru.

Selama mengajar, pihaknya merasakan kekhawatiran atas sarana prasarana yang ada. Lantaran, sarpras sekolah dianggap kurang representatif.

"Bagian perpustakaan kerap banjir, dan ada juga retakan pada bagian dinding atau lantai di ruang kelas," ucap Ika, Jumat (6/3/2026).

Ika menyampaikan, sekolahnya telah menjadi langganan banjir.

Walau baru dua bulan memimpin sekolah, Ika sudah mendapati dua kali kejadian banjir.

Banjir menyebabkan area perpustakaan, toilet, dan ruang dapur terendam air setinggi mata kaki.

Walau banjir mudah surut, kondisi pasca banjir tentu mengganggu aktivitas sekolah.

Pasalnya, air banjir membawa material lumpur ke dalam ruang kelas.

Di samping itu, perlu pembersihan yang memakan banyak waktu.

Selain banjir, SDN Degung membutuhkan peremajaan di bagian atap gedung.

Pasalnya, kebanyakan kelas di sekolah mengalami kebocoran.

Alhasil, aktivitas pembelajaran selama musim penghujan berpotensi terganggu.

"Kami telah mengusulkan perbaikan, semoga ada tindak lanjut," ujarnya.

Sebenarnya, pihak sekolah telah berupaya mengusulkan perbaikan.

Perbaikan terakhir kali di tahun 2021 lalu melalui bantuan rehab sekolah bersumber APBD Kulon Progo.

Namun, perbaikan itu belum mencakup keseluruhan kerusakan bangunan.

Utamanya, menjaaab elevasi bangunan sekolah yang menjadi penyebab utama kebanjiran.

Tak patah arah, setiap tahunnya pihak sekolah melakukan pengusulan kembali.

Bahkan pada Agustus hingga September 2025 lalu beragam skema diupayakan untuk memperoleh akses perbaikan.

Salah satunya program revitalisasi sekolah melaluo APBN. Pihaknya berharap agar sekolahnya dapat meraoh program tersebut.

Sementara itu, Guru Kelas 2 SDN Degung mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi sarpras sekolah.

Walau kerusakan tak mengganggu seluruh aktiviras sekolah, namun tetap mengurangi konsentrasi siswa.

"Gedung bocor atau ada banjir, teritama saat musim hujan jadi khawatir," ujarnya.

Ariyati berharap ada program perbaikan sekolah yang mampu menjawab kekhawatirannya.

Lantaran, SDN Degung masih digunakan untuk mengajar siswa.

Namun, keadaannya memerlukan perbaikan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#langganan banjir #SDN Degung #Kulon Progo #perbaikan #atap bocor