KULON PROGO - Tragedi laka lantas antara moge dan Jupiter MX di Persimpangan Mlangsen mulai terkuak.
Korban laka lantas yang masih masa perawatan mengungkap kronologi kejadian.
Korban Abdullah menjelaskan, sekitar pukul 16.30 WIB dirinya dan anaknya bernama Devan hendak mencari takjil.
Sesampai di Simpang Mlangsen, kendaraan Jupiter MX yang dikendarainya berhenti untuk melihat arus kendaraan.
"Saat itu jalan sepi, dari kejauhan ada mobil tapi masih sangat jauh akhirnya saya menyeberang," ucap Abdullah, saat ditemui Radar Jogja di Bangsal Widosari Kidul, Selasa (3/3/2026).
Abdullah menyampaikan, saat menyeberang hingga ke tengah jalan tiba-tiba moge menabrak dengan keras dari arah samping kanan.
Baca Juga: Langgar Kode Etik, BK DPRD Gunungkidul Jatuhkan Teguran Lisan ke Anggota Dewan Ibnu Sugeng
Dugaannya, moge dan kendaraannya sama-sama berada dalam titik buta. Alhasil, tabrakan tak dapat dihindarkan.
Tabrakan keras akhirnya membuat dirinya terpental cukup jauh. Anaknya yang membonceng juga terpental hingga masuk ke dalam saluran irigasi.
Abdullah sempat mencari posisi anaknya. Namun usahanya gagal, mengingat kondisinya lemah akibat kaki dan tangan patah.
"Saya sadar terus sampai dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.
Sesampai di RSUD Wates, dirinya mendapat perawatan. Untungnya, penabrak yang merupakan Bos HS Muhammad Suryo langsung bertanggungjawab melalui tim khusus.
Abdullah dan Devan langsung dipindah ke bangsal VIP kelas 1 di RSUD Wates.
"Biaya pengobatan, ditanggung itu sudah cukup bagi kami," ungkapnya. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita