KULON PROGO - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berencana memindah sejumlah jurusan vokasi dari Kampus Wates ke Kampus Gunungkidul.
Kebijakan universitas ini, ternyata berdampak pada bisnis kos di Kapanewon Pengasih dan Wates.
Keluhan atas perpindahan jurusan itu diungkapkan Paguyuban Kos Kawasan Terbah Serut melalui audiensi dengan DPRD Kulon Progo, Jumat (27/2/2026).
Perwakilan Paguyuban Kos Kawasan Terbah Serut Lia Hidayati menyampaikan, kekhawatiran pemilik kos akibat kebijakan pemindahan jurusan.
Lantaran, mayoritas kos di wilayah Pengasih dan Wates bertumpu pada aktivitas mahasiswa.
"Awalnya kami mendapat informasi pamflet PMB UNY, yang dulunya banyak diarahkan ke Kampus Wates, kini berganti," ucap Lia, saat ditemui awak media usai audiensi di Geduang DPRD Kulon Progo, Jumat (27/2/2026).
Lia menyampaikan, informasi perpindahan jurusan telah diketahui masyarakat luas.
Khususnya pemilik kos di area sekitar kampus.
Kebanyakan informasi berasal dari pengumuman penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026 yang menunjukkan 11 jurusan vokasi UNY akan berkuliah di Kampus Gunungkidul.
Hal ini membuat pemilik kos terancam merugi.
Lantaran, aktivitas perkuliahan akan menyusut total.
Mengingat jumlah mahasiswa baru di tahun sebelumnya mencapai seribu mahasiswa.
Banyaknya mahasiswa yang berkuliah menjadi ladang rejeki bagi bisnis kost ataupun UMKM sekitar.
Jika kondisi ini terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan, bisnis kos dipastikan lesu.
Lantaran, mahasiswa di tahun selanjutnya akan semakin sedikit.
Dampaknya, investasi yang telah dilakukan oleh masyarakat sekitar akan sia-sia.
"Di Padukuhan Terbah saja sudah ada 70 kos, jadi memang berdampak ke perekonomian masyarakat," ujarnya.
Perempuan yang juga menjabat sebagai Dukuh Terbah itu juga mengklaim ratusan kos dan UMKM di sekitar Kampus UNY terancam.
Sehingga, pihaknya berharap agar UNY mempertimbangkan pemanfaatan Kampus Wates dengan optimal.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumberdaya Fakultas Vokasi UNY Adeng Pustikaningsih membenarkan adanya pemindahan jurusan.
Di tahun 2025, Kampus Wates memiliki 11 prodi dan Kampus Semanu Gunungkidul memiliki 3 prodi.
"Tahun 2026 11 prodi akan dipindah di Kampus Semanu Gunungkidul," ujarnya.
Adeng mengungkapkan, pemindahan prodi ini hanya berlaku bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Adapun jumlah mahasiswa UNY saat ini, meliputi Kampus Wates berkisar 3.500 dan Kampus Semanu 1.500 orang.
Proyeksinya, selama tiga tahun ke depan jumlah mahasiswa akan menyusut.
Kemudian tahun 2029 mendatang masih ada 900 mahasiswa di Kampus Wates.
Sehingga, mahasiswa yang telah menjalaninstudi di tahun sebelumnya tak akan berpindah.
Sehingga, dampak perekonomian ke bisnis kos ataupun UMKM tak akan langsung menurun.
Keputusan pemindahan didasari kebijakan universitas.
Tentu, terdapat pertimbangan lain yang menguatkan pemindahan.
Salah satunya, memusatkan Kampus Wates untuk jurusan olahraga saja.
Sehingga, aset yang telah ada dapat digunakan untuk menampung lebih banyak mahasiswa.
"Kampus Wates tidak akan ditinggalkan begitu saja, karena itu merupakan aset," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva