Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tambang Urugan Tol Jogja-YIA di Kulon Progo Bikin Was-was, Warga: Rawan Longsor Izin Tambang Hampir Habis

Anom Bagaskoro • Kamis, 26 Februari 2026 | 16:31 WIB

KHAWATIR: Masyarakat Padukuhan Pantog Kulon melihat tebing setinggi 30 meter yang rawan longsor. 
KHAWATIR: Masyarakat Padukuhan Pantog Kulon melihat tebing setinggi 30 meter yang rawan longsor. 


KULON PROGO - Tambang galian di Padukuhan Pantog Kulon, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo semakin mengkhawatirkan.

Tambang galian itu untuk kebutuhan urug Tol Jogja-YIA.

Warga khawatir tambang galian longsor yang dapat berdampak pada pemukiman warga.

"Iya, semakin was-was, sebab terjadi rentetan longsor selama seminggu terakhir," ungkap Martaji, perwakilan Warga Pantog Kulon, Kamis (26/2/2026).

Martaji menyebut, longsor terbesar terjadi pada Senin (16/2/2026) lalu.

Saat itu, terdapat tujuh titik longsor dari ukuran kecil hingga besar di sepanjang galian.

"Minggu lalu, longsor cukup besar ada yang mengenai bagian belakang rumah warga," ucap Martaji, Kamis (26/2/206).

Martaji mengungkapkan, insiden longsor kecil terus terjadi selama seminggu terakhir.

Lantaran, setiap harinya wilayah Kalibawang rutin menerima curah hujan dengan intensitas sedang.

Selain berdampak ke rumah warga, galian tambang yang tak ditata dengan baik membuat lumpur masuk ke area jalan.

Hal ini diperparah dengan mampetnya selokan sekitar jalan di dekat tambang.

Selokan kini penuh dengan material galian hingga membuat aliran air membeludak ke jalan.

"Kemarin warga sempat kordinasi dengan pengelola tambang, untungnya langsung diterjunkan alat berat," ungkapnya.

Pasca, kejadian longsor besar pengelola tambang mendengarkan keluhan masyarakat.

Pengelola menerjunkan excavator untuk membersihkan material longsor.

Utamanya, yang memenuhi jalan dan rumah warga.

Kendati bertanggungjawab, warga tetap khawatir dengan kondisi tambang.

Lantaran, tambang menyisakan tebing setinggi 30 meter tanpa ada kemiringan.

Warga memperkirakan beberapa titik akan longsor kembali, jika melihat jejak tebing yang labil.

Kekhawatiran masyarakat juga berkaitan dengan izin tambang yang dimiliki pengelola hampir habis.

Izin tambang diproyeksikan akan selesai pada April 2026 mendatang.

Selama beberapa bulan terakhir tambang tak ada aktivitas apapun.

Jika melihat ijin yang hampir habis, masyarakat berpendapat pengelola selayaknya melakukan reklamasi.

Akan tetapi, selama beberapa bulan terakhir tak terlihat tindakan reklamasi. Kondisi inilah, yang membuat masyarakat semakin was-was.

"Kami khawatir, apalagi jika tidak direklamasi," ujarnya.

Warga sekitar tambang berharap agar pengelola dapat segera melakukan reklamasi sebelum ijin habis.

Lantaran, ada kekhawatiran longsor akan semakin parah jika tak segera di reklamasi.

Sebelumnya, Radar Jogja sempat memberitakan tambang galian untuk urugan Tol Jogja-YIA di Pantog Kulon.

Tambang tersebut kenyataannya menimbulkan pertanyaan di mata warga.

Lantaran, regulasi yang dikeluarkan Pemprov DIY seakan memuluskan jalan tambang di area rawan longsor.

Terlebih pelaksanaan tambang mengandalkan modus pembangunan agrowisata. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#tambang #tol Jogja-YIA #Kulon Progo #Tambang Urugan #izin tambang #Was-Was #rawan longsor