KULON PROGO - Fenomena Sinkhole atau kemunculan lubang tanah kembali terjadi di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo.
Sinkhole mengancam rumah Karyo Dimejo,73, yang hanya berjarak dua meter dari titik lubang.
Pemilik rumah Karyo Dimejo menjelaskan, kemunculan sinkhole terjadi pada Rabu (25/2/2026), sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat itu, dirinya sedang di dalam rumah dan mendengar suara benturan keras dari samping rumahnya.
"Wonten suara, mak glung ngoten niku (ada suara, mak glung begitu)," ucap Karyo, saat ditemui awak media di kediamannya, Kamis (26/2/2026).
Karyo menjelaskan, saat mendengar suara keras itu, dirinya penasaran dan mencari sumber suara.
Didapati lubang berdiameter tiga meter dengan kedalaman permukaan lima meter terbuka di samping rumahnya.
Sinkhole menelan beberapa tanaman kelapa yang ditanam Mbah Karyo.
Terbukanya sinkhole di luar dugaan Mbah Karyo.
Lantaran, saat sore hari keadaan tanah masih cukup rata.
Bahkan saat hujan deras melanda, tak ada tanda-tanda terbukanya sinkhole. Justru sinkhole terbuka saat cuaca sedang cerah.
"Niki nggih sami koyo mbiyen (ya sama seperti dulu)," ujarnya.
Lansia yang hidup seorang diri itu mengaku kejadian serupa pernah dialami.
Lokasi sinkhole diklaim hampir sama dengan temuan terdahulu.
Namun, tidak begitu dalam.
Lokasi sinkhole tepat berada di samping rumah dengan jarak dua meter.
Kendati mengancam rumahnya, Mbah Karyo enggan berpindah atau mengevakuasikan diri.
Dirinya merasa lebih nyaman di rumah sendiri.
Bahkan saat diminta untuk berpindah rumah di kediaman anaknya, Mbah Karyo menolak.
Sementara itu, Dukuh Popohan Restu Bayu Permadi mengatakan upaya sementara yang dapat dilakukan tindakan pencegahan untuk mengatasi meluasnya sinkhole.
"Lubangnya kami tutup terpal, dan sisinya kami buat parit kecil," ujarnya.
Bayu mengungkapkan, upaya sementara itulah yang baru bisa dilakukan oleh pihaknya bersama kampung siaga bencana (KSB) Banjararum.
Sedangkan untuk evakuasi penghuni rumah, dirinya tak bisa berbuat banyak. Lantaran, pemilik rumah enggan berpindah.
Menurutnya, kemunculan sinkhole di dekat rumah Mbah Karyo bukan barang baru.
Pasalnya, tahun 2023 sinkhole juga muncul di titik yang sama.
Kala itu, ukurannya jauh lebih besar dengan diameter 5 meter kedalaman puluhan meter.
Penanganan saat itu, berupa penambahan timbunan tanah untuk menambal lubang.
"Dulu sudah tertutup, bahkan di buat agak menggunung," ungkapnya.
Kendati telah ditangani, sinkhole kembali terbuka setelah tiga tahun tertutup.
Kemunculan sinkhole di Kalibawang itu, juga menarik peneliti Undip.
Dari penelitian awal tahun 2023 lalu, sinkhole memiliki kedalaman lebih dari 50 meter dengan lorong panjang di belakang rumah milik Mbah Karyo.
Sehingga penanganan timbunan tanah tak bisa berjalan optimal. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva