KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo kembali menyalurkan bantuan pangan non tunai (BPNT).
Bantuan berupa komoditas sembako ini, menyasar ratusan penerima manfaat yang masuk kategori miskin.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo Ernawati Sukeksi menjelaskan, BPNT rutin digelar setiap tahunnya dengan sumber APBD.
Tujuannya, membantu kebutuhan pokok bagi keluarga atau masyarakat kurang mampu.
"Tahun ini ada 904 penerima, yang tersebar di 12 kapanewon," ucap Ernawati, Rabu (25/2/2026).
Bantuan berupa beras, lauk pauk, sayur, dan gula.
Bantuan diberikan berbentuk fisik agar terhindar dari penyalahgunaan.
Sekaligus, memastikan kebutuhan harian penerima dapat tercukupi.
Jika dirupiahkan nominal bantuan mencapai Rp 200 ribu per bulan.
Bantuan akan disalurkan selama setahun.
Sedangkan penyaluran awal tahun 2026 ini digabungkan antara penyaluran Januari dan Februari.
"Penyaluran simbolis dilakukan di Pasar Sentolo Baru, penerimanya 61 warga dari enam kalurahan," ujarnya.
Penyaluran pertama dilakukan dengan sasaran penerima warga Kalurahan Salamrejo, Banguncipto, Sentolo, Kaliagung, dan Sukoreno.
Pengambilan bantuan dapat dilakukan melalui warung yang telah ditunjuk.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan, bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ia menjamin, bantuan tepat sasaran, di mana peserta KPM didominasi lansia.
"Sudah tepat sasaran, yang datang sepuh-sepuh," ungkapnya.
Salah satu penerima bantuan, Suparni, 62, warga Kalurahan Kaliagung mengaku senang dan bersyukur.
Sebab ia jarang menerima bantuan lain dari pemerintah.
Ia bersyukur saban tahunnya menerima BPNT, sehingga dapur tetap mengebul.
"Dapat beras, ikan, sayur, telur, dan gula jawa," ungkapnya.
Parni sapaan lansia itu berharap bantuan dapat ditambah dari segi porsinya.
Lantaran, bantuan hanya cukup dikonsumsi 2-3 orang dalam sehari.
Sehingga, perlu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva