KULON PROGO - Hari ini 20 Februari 2026, tepat satu tahun kepemimpinan Agung-Ambar.
Selama 365 hari mengabdi di Bumi Binangun, Agung-Ambar membentuk momentum kemandirian daerah.
Kepemimpinan mereka menitikberatkan satu visi besar, yaitu masyarakat Kulon Progo menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, awal masa jabatannya ditandai dengan keterbatasan ruang fiskal daerah.
Sederet kebijakan nasional berdampak ke daerah, terlihat dengan penurunan transfer keuangan daerah (TKD).
"Kami menyadari, baik Kulon Progo ataupun Nasional mengalami keterbatasan anggaran," ucap Agung, Kamis (19/2/2025).
Agung menjelaskan, kondisi fiskal daerah yang terbatas berdampak ke pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui program daerah.
Alih-alih menyerah dengan keadaan, Agung Ambar justru menyiapkan strategi taktis dalam mengoptimalkan aset dan kemampuan dasar daerah.
Langkah pertama Agung-Ambar, diawali dengan penguatan internal.
Utamanya, peningkatan kualitas pegawai negeri sebagai pelayan masyarakat.
Gebrakan awal ini ditandai dengan kunjungan Agung-Ambar ke beberapa kantor pelayanan.
Tujuannya, memastikan masyarakat memperoleh hak administrasi untuk mengurus surat ataupun layanan lain tanpa berbelit-belit.
"Setelah layanan optimal, fokus pembukaan pintu investasi dengan menuntaskan landasan hukum," ungkapnya.
Target pembukaan pintu investasi dimulai saat Pemkab Kulon Progo menggodog RTRW RDTR.
Selama ini, regulasi tata ruang daerah belum dioptimalkan.
Alhasil, saat investor hendak menanam modal mereka kesulitan menemukan regulasi.
Di samping itu, regulasi investasi yang disusun memastikan hak masyarakat tak tercederai.
Sehingga pembangunan berbasis investasi di Bumi Binangun dipastikan dapat dirasakan manfaatnya.
Utamanya, memastikan masyarakat Kulon Progo menjadi bagian pembangunan itu sendiri.
"Memastikan fondasi ekonomi Kulon Progo, agar anak cucu kita tak menjadi penonton," ungkapnya.
Selama setahun kepemimpinan Agung-Ambar, rentetan prestasi terus diraih. Utamanya akselerasi layanan masyarakat.
Dari segi inovasi daerah, Pemkab Kulon Progo meroket ke peringkat 49 nasional dalam Innovative Government Award (IGA) 2025 dengan predikat "Sangat Inovatif".
Dilanjutkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori Pratama serta peningkatan fasilitas RSUD Wates dengan teknologi bedah minimal sayatan (Laparoskopi).
Tak lupa tata kelola pemerintahan, Kulon Progo meraih predikat A dalam Akuntabilitas Kinerja (SAKIP) serta indeks SPBE yang meningkat menjadi 4,19.
Jejak kepemimpinan Agung Ambar dipastikan mulai terlihat.
Lantaran, sejumlah capaian fisik terlihat selama setahun terakhir.
Paling utama program infrastruktur yang terus digenjot.
Komitmen ini dapat dilihat dengan Peningkatan jalan ruas Prangkokan-Kebonharjo dan Jembatan Kabanaran yang menghubungkan jalur wisata pantai Bantul-Kulon Progo.
Optimalisasi layanan air bersih juga ditandai dengan beroperasinya SPAM Kamijoro untuk menjamin air bersih bagi masyarakat, Industri Sentolo, hingga kawasan aerotropolis Bandara YIA.
Selama kepimpinan Agung-Ambar sektor pendidikan menerima program nasional berupa sekolah rakyat.
Di samping itu, peningkatan sarpras sekolah terus digenjot.
Agung mengaku, selama setahun terakhir banyak harapan masyarakat yang belum terwujud.
Dengan rendah hati, dirinya memohon maaf sebesar-besarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran mengisi pembangunan.
Daerah hanyalah fasilitator, sedangkan energi pembangunan berasal dari sinergi dan kolaborasi masyarakat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva