Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok, Ternyata Ini Penyebab Pedagang Kulon Progo Kesulitan Mengakses Minyak Goreng Subsidi Minyakita

Anom Bagaskoro • Dipublikasikan Rabu, 18 Februari 2026 | 16:41 WIB
DIALOG: Personel satgas pangan menanyakan harga minyak goreng. 
DIALOG: Personel satgas pangan menanyakan harga minyak goreng. 

KULON PROGO - Satgas Pangan Polda DIY bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) monitoring Pasar Bendungan, Kapanewon Wates, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini dalam rangka pengecekan ketersediaan pangan dan bahan pokok selama Ramadan.

"Kami memastikan harga, stok, dan ketersediaan saat Ramadan," ucap Kanit 1 Indag Ditreskrimsus Polda DIY Kompol Hadi Purwanto, Rabu (18/2/2026).

Dari pantauan, ditemukan beberapa komoditas seperti daging ayam, dan sapi yang mengalami kenaikan.

Sementara komoditas lain relatif stabil.

Satgas pangan juga menemukan, sejumlah pedagang yang mengaku kesulitan memperoleh minyak goreng subsidi.

Minyak goreng subsidi dengan brand Minyakita sulit ditemukan pedagang.

"Beberapa pedagang mengaku kesulitan mencari minyak subsidi," ungkapnya.

Setelah ditinjau ulang, kesulitan mengakses minyak goreng subsidi disebabkan regulasi baru.

Regulasi baru, mengarahkan pedagang untuk mengakases kuota Minyakita langsung ke Bulog.

Tujuannya, memutus rantai pasok distribusi yang berdampak ke kenaikan harga minyak subsidi.

Jika pedagang hendak menjual minyak subsidi, pedagang terlebih dahulu harus terdaftar ke sistem Bulog.

Tujuannya, agar pengiriman minyak ke pedagang dapat dijadwalkan sesuai kuota yang ada. (gas)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Monitoring Pasar Bendungan Kesulitan Mengakses MinyaKita Bapanas minyak goreng subsidi Kulon Progo pedagang Satgas Pangan Polda DIY bahan pokok