KULON PROGO - Kalurahan Banjaroyo dikepung bencana tanah longsor. Dalam sehari, tercatat 39 titik longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Dampak terparah menimpa permukiman warga, dengan 29 rumah mengalami kerusakan kategori sedang.
Lurah Banjaroya Yohanes Pius Cahyo menyampaikan, bencana longsor hingga pohon roboh terjadi, Senin (16/2/2026).
Selama dua hari terakhir wilayahnya telah diguyur hujan lebat. Namun, dampak bencana belum terlihat.
"Rata-rata kejadian sore hari, dari siang hujan deras sempat reda, lalu hujan lagi, total 39 titik bencana" ucap Cahyo, Selasa (17/2/2026).
Cahyo menjelaskan, Kalurahan Banjaroya memiliki 19 padukuhan, 15 padukuhan diantaranya terdampak bencana.
Baca Juga: Pelatih Ansyari Lubis Sebut PSS Sleman Masih Punya Peluang Kembali Promosi ke Super League
Mayoritas bencana merupakan tanah longsor, dengan ukuran sedang hingga berat. Kondisi ini dipicu hujan deras, terlebih geografis Banjaroyo merupakan perbukitan.
Longsor paling banyak merusak rumah warga dengan kategori rusak sedang. Tercatat 29 titik longsor menimpa rumah warga.
Kerusakan paling terlihat terjadi di rumah milik Iswanto, di Padukuhan Puguh. Lantaran, longsoran menyapu hampir seluruh rumah.
Baca Juga: Ansyari Lubis Sebut Tak Ada Pemain PSS Sleman Yang Cedera jelang Menjamu Persipura Jayapura di MagIS
"Hampir merata longsornya, ada juga longsor yang menutup akses jalan kabupaten," ungkapnya.
Kondisi medan berbukitan juga membuat sejumlah ruas jalan kabupaten tertutup longsor. Total 10 titik longsoran didapati menutup ruas jalan.
Dua diantaranya, bahkan menutup penuh jalan hingga membuat akses masyarakat tertutup.
Rentetan insiden bencana, untungnya dapat langsung tertangani. Lantaran, pamong, relawan, dan masyarakat melakukan kerja bakti.
Kendati dikepung bencana, masyarakat masih sempat bergotongroyong. Pihaknya meminta agar masyarakat tetap waspada selama beberapa hari ke depan. Lantaran, potensi hujan lebat masih terjadi.
Sementara itu, Warga Padukuhan Pantog Kulon Sutrisno menyampaikan rumahnya ikut terdampak longsor.
Tebing setinggi lima meter menghantam bagian dapur yang berdekatan dengan tebing.
"Sudah sering longsor, tapi yang paling parah kali ini," ungkapnya. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita