KULON PROGO - Kawasan Greenbelt Pantai Glagah-Congot Kulon Progo semakin padat.
Warung semi permanen menghiasi panorama keindahan pantai.
Meski gemerlap lampu malam menambah keramaian pantai, namun tidak diimbangi dengan kelestarian lingkungan setempat.
Dari pantauan Radar Jogja, ratusan pohon pandan laut perlahan hilang, berdasarkan informasi, dibabat habis karena kawasan tersebut semakin ramai pengunjung.
Dari informasi yang dihimpun, ratusan pohon pencegahan abrasi itu dibabat ludes seiring bertambahnya kafe.
Aktivitas usaha itu, mengorbankan ratusan pohon cemara udang dan pandan laut yang dibabat untuk area kafe.
Padahal umur pohon mencapai puluhan tahun, dan sulit untuk menanam kembali.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Duana Heru berjanji hendak meninjau lokasi.
DLH beserta Satpol PP dan Dinas Pariwisata Kulon Progo melakukan monitoring evaluasi (monev), Rabu (4/2/2026).
"Monev merupakan tindak lanjut atas laporan lurah dan panewu," ucap Duana, saat ditemui Radar Jogja di Greenbelt Glagah-Congot, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Kapten Liverpool Virgil Van Dijk Tegaskan Tidak Ada Ketidakharmonisan di Ruang Ganti The Reds
Duana menyampaikan, maraknya pembabatan pandan laut di Greenbelt Glagah-Congot dipicu oleh munculnya kafe di sisi barat Pantai Glagah.
Masyarakat sekitar lantas ikut serta membangun kafe serupa.
Namun, pembuatan kafe tak didasari wawasan pemanfaatan lahan greenbelt.
Alhasil, kafe dibangun dengan membabat area greenbelt yang telah ditumbuhi pandan laut berumur puluhan tahun.
Peran pandan laut diklaim sebagai penahan abrasi pantai.
Pandan laut dianggap sebagai benteng alami yang menahan pesisir pantai.
Tiupan angin laut yang dapat menggerus pasir pantai dapat ditahan pandan laut.
Selain itu, akar tunggang pandan lau menjadi pagar alami untuk menahan pasang surut air pantai.
Tak hanya itu, resiko bencana tsunami dapat diminimalisir dengan pandan wangi.
Lantaran, perakaran kuat dan ukuran tanaman besar dapat menahan terjangan tsunami.
"Kami masih hitung jumlahnya, yang jelas akan kami kumpulkan pelaku usahanya," ujarnya.
Duana mengungkapkan, pihaknya masih menginvetarisir kerusakan akibat aktivitas usaha.
Baca Juga: Dejan FC Promosi ke Championship, Nurcholis: Bersyukur Bisa Penuhi Target untuk Promosi ke Liga 2
Akan tetapi, dalam monev tim gabungan mengunjungi lima titik usaha yang diduga melakukan pembabatan pandan laut.
Sedangkan jumlah pasti kerusakan pandan laut masih dihitung.
Saat ini, pihaknya masih mengupayakan edukasi ke pemilik usaha.
Tujuannya, agar membatasi aktivitas penebangan pandan laut.
Nantinya, pelaku usaha juga segera dikumpulkan untuk menerima arahan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva