Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggaran Perawatan Jembatan Kabanaran Kulon Progo Terbatas, Pengunjung Diminta Tak Buang Sampah Sembarangan

Anom Bagaskoro • Selasa, 3 Februari 2026 | 16:14 WIB
RESIK: Personel DLH melakukan pembersihan di area Jembatan Kabanaran. 
RESIK: Personel DLH melakukan pembersihan di area Jembatan Kabanaran. 

KULON PROGO - Anggaran perawatan Jembatan Kabanaran yang ditanggung Pemkab Kulon Progo terbatas.

Akibatnya, sejumlah paket perawatan tak bisa dilaksanakan secara optimal.

Alhasil, pengunjung diminta ikut merawat fasilitas umum tersebut.

Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan DLH Kulon Progo Budi Purwanta menjelaskan, perawatan rutin jembatan telah dimulai sejak awal tahun 2026.

Pihaknya menyiagakan dua personel tenaga pembersih untuk melakukan perawatan reguler.

"Kami siapkan dua tenaga dari pihak ketiga, anggaran per tahun Rp 81 juta," ucap Budi, Selasa (3/2/2026).

Budi menjelaskan, kedua tenaga memiliki tugas penting setiap harinya.

Setiap pagi petugas, wajib melakukan pembersihan di area jalan hingga pedistrian. Selain itu, petugas juga menyisir area dengan temuan sampah yang dibuang sembarangan.

Selain masalah sampah, petugas diminta melakukan perawatan taman di bahu ataupun median jalan.

Perawatan taman berupa pembersihan dari gulma, hingga menyulam tanaman yang mati. Tujuannya, agar area taman dapat terawat dan enak dipandang.

"Untuk perawatan jembatan juga bisa diambilkan anggaran dari pemeliharaan taman luar Alwa," ujarnya.

Jika terdapat kerusakan di bagian taman atau masalah sampah muncul kembali, pihaknya dapat segera mengatasi dengan anggaran pemeliharaan taman luar Alun-Alun Wates.

Anggaran tersebut, sebenarnya di prioritaskan untuk pemeliharaan taman kota.

Namun, jika dibutuhkan dapat digunakan mendukung pemeliharaan Jembatan Kabanaran.

Selain itu, khusus perawatan pohon pada area taman Jembatan Kabanaran, kontraktor masih bertanggung jawab karena masih masa pemeliharaan.

Kendati memiliki anggaran perawatan, dana tersebut tergolong terbatas.

Pasalnya, anggaran tak mencakup paket pekerjaan perbaikan minor.

Pihaknya, dipastikan tak bisa melakukan perawatan pada area pedistrian jika ditemukan kerusakaan.

"Untuk pengecetan atau perbaikan pot tanaman kami tidak bisa melakukan," ungkapnya.

Budi mengungkapkan, perawatan hanya berfokus pada perawatan rutin.

Namun, untuk perbaikan minor yang berhubungan dengan fungsi fasilitas pihaknya tak dapat menangani.

Alasannya, anggaran yang disediakan cukup terbatas.

Kondisi itu mendorong pihaknya aktif menghimbau serta mengawasi pengunjund di jembatan.

Tujuannya, mencegah pengerusakan fasum.

Pihaknya juga menghimbau agar pengunjung dapat emmetahui aturan di sekitar jembatam.

Mengingat masih ditemukan sampah yang tak dibuang pada tempatnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#buang sampah sembarangan #DLH Kulon Progo #Kulon Progo #perawatan #Jembatan Kabanaran #Anggaran