Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tepis Isu Potong Gaji Relawan, SPPG Wates 3 Pastikan Dana Food Test MBG di Alwa dari Kas Mandiri

Anom Bagaskoro • Minggu, 1 Februari 2026 | 20:04 WIB

 

 

Ratusan Masyarakat mendapat satu porsi food test MBG di Alun-Alun Wates.
Ratusan Masyarakat mendapat satu porsi food test MBG di Alun-Alun Wates.

 

KULON PROGO - Food test makan bergizi gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh SPPG Kulon Progo Wates 3 menimbulkan prokontra. BGN dan SPPG pengelola memastikan tak ada sepeserpun APBN yang digunakan pada kegiatan tersebut.

Kordinator Wilayah BGN Kulon Progo Aini Ambarwati menyebut kegiatan food test MBG diadakan saat car free day di Alun-Alun Wates, Minggu (1/2). "Atas inisiasi SPPG dan mitra, kegiatan seperti ini juga pernah terjadi di Solo," ucap Aini, saat dihubungi Radar Jogja, Minggu (1/2).

Aini menjelaskan, kegiatan food test MBG terinspirasi dari kegiatan yang pernah diadakan di Solo. Tak hanya mengenalkan program MBG, SPPG Wates 3 juga mengenalkan menu MBG yang biasanya dikonsumsi anak sekolah.

Dalam kegiatan itu, alur pembuatan MBG juga diperlihatkan. Mulai dari pemilihan bahan segar, pembuatan, hingga rapid test sebelum penyaluran MBG. "Arahnya ke edukasi dan keinginan lebih terbuka ke masyarakat," ungkapnya.

Food test sempat tertunda akibat hujan lebat di pagi hari, dan kegiatannya baru dimulai pukul 07.30. Antusias masyarakt terlihat jelas, bahkan terdapat antrian untuk mencicipi makan bergizi. Kegiatan itu menyediakan 300 porsi MBG, dan langsung ludes diserbu masyarakat.

Penanggung jawab dapur SPPG Wates 3 Tri Susilo mengaku, dana kegiatan berasal dari usaha ketering miliknya. Lantaran, sebelum menjadi mitra BGN atau SPPG pihaknya telah menjalankan usaha katering. "Tidak menggunakan uang negara, atau memotong gaji relawan SPPG," ucapnya.

Tri mengungkapkan, keuntungan dari usaha katering yang dijalaninya sebagian disisihkan untuk CSR. Pihaknya yang berkecimpung di MBG lantas mengadakan food test untuk memberikan edukasi masyarakat. 

Niat memberikan edukasi ini berawal dari kegusarannya dengan stigma masyarakat akan MBG. Banyak stigma masyarakat yang menyoroti buruknya MBG. Hal ini juga diperparah dengan kejadian luar biasa (KLB) keracunan MBG.

"Dengan melihat proses masak hingga mencicipi makan bergizi, kami berharap agar masyarakat tidak takut lagi," ungkapnya.

Tri menjelaskan, kegiatan memiliki tujuan memupuk rasa kepercayaan masyarakat. Tentunya setelah beragam kejadian keracunan, pihaknya ingin masyarakat tak memukul rata program besutan Prabowo itu. Lantaran, tak semua SPPG pernah membuat kasus keracunan.

Pada kegiatan itu, masyarakat mencicipi makan bergizi yang telah diukur kadar gizinya seperti MBG. Satu porsi berukuran satu mangkok dengan menu nasi briyani, tempe katsu, ayam panggang, acar india, hingga buah. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#food testing #Mbg #Kulon Progo #SPPG #Alun-alun Wates