Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Tersisa 2,4 Kilometer, Perbaikan Jalan Plono-Nglinggo Terganjal Sertifikat Tanah

Anom Bagaskoro • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:00 WIB
BERBENAH: Jalan Plono-Nglinggo mendapat perbaikan untuk akses pariwisata
BERBENAH: Jalan Plono-Nglinggo mendapat perbaikan untuk akses pariwisata

KULON PROGO - Proyek pembangunan Jalan Plono-Nglinggo, Kapanewon Samigaluh terganjal sertifikat tanah. Padahal perbaikan jalan masih tersisa 2,4 kilometer lagi. Kondisi ini, menjadi pekerjaan rumah Pemkab Kulon Progo.

Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menjelaskan, Jalan Plono-Nglinggo menghubungkan Pasar Plono hingga Puncak Nglinggo.

Dengan perbaikan yang ada, aktivitas masyarakat dapat berjalan optimal. Utamanya akses aktivitas pariwisata.

"Target pembangunannya 3,4 kilometer, tahun lalu baru tercapai satu kilometer," ucap Triyono, Minggu (1/2).

Triyono menjelaskan, perbaikan Jalan Plono-Nglinggo masuk kategori peningkatan.

Pasalnya, bukan hanya diaspal, jalan tersebut juga mendapat pelebaran serta tambahan fasilitas pendukung lain. Sumber anggaran juga tak membebani daerah, karena bersumber dari APBN.

Kendati tak membebani daerah, pemkab tetap mengawal prose pembebasan tanah bersama BPN. Dalam hal ini, pekerjaan rumah pemkab cukup banyak.

Lantaran, masih tersisa 2,4 kilometer ruas Jalan Plono-Nglinggo yang belum mendapat peningkatan.

"Masih ada empat sertifikat milik warga yang belum bersedia mengganti," ucapnya.

Triyono menjelaskan, peningkatan jalan sampai saat ini masih terhenti. Lantaran, terganjal sertifikat tanah milik warga. Terdapat emoat warga dengan bidang tanah terdampak peningkatan jalan.

Pemkab dan BPN telah berupaya melakukan ganti untung, akan tetapi pemilik belum bersedia mengganti sertifikat tersebut.

Pihaknya masih berkonsultasi dengan BPN agar pembebasan tanah segera selesai, untuk melanjutkan peningkatan jalan.

Lantaran, peningkatan jalan memastikan konektivitas antar daerah dapat terwujud. Khususnya menghidupkan perekonomian masyarakat, dan pengegrak pariwisata.

Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Agustin Paranginangin menjelaskan, Jalan Plono-Nglinggo masuk Zona Otorita Borobudur. Sehingga, pihaknya mendukung peningkatan jalan tersebut.

"Peningkatan jalan menjadi fokus kami," ucapnya.

Agustin menjelaskan, pihaknya telah berupaya mengakses anggaran peningkatan Jalan Plono-Nglinggo.

Hal ini, sebagai langkah komitmen bersama antara BPOB dan Pemkab Kulon Progo yang dilakukan tiga tahun lalu.

Harapannya, pemkab juga mengupayakan pengusulan peningkatan jalan ke pemerintah pusat untuk dilanjutkan. (gas)

Editor : Bahana.
#pembangunan jalan #Yogyakarta #Kulon Progo #sertifikat tanah #Zona Otorita Borobudur #BPOB