KULON PROGO - Business matching digelar penuh antusias Pemkab Kulon Progo, di Aula Adikarto, Rabu (28/2/1016).
Kegiatan ini diikuti 60 usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan lima koperasi desa kalurahan merah putih (KDKMP) dengan total produk yang ditawarkan sebanyak 84 macam.
Mereka hendak mendaftarkan produknya untuk selanjutnya dilakukan proses kurasi sebelum produk mereka disodorkan kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperinkop UKM) Kulon Progo Iffah Mufidati mengatakan, pihaknya telah melakukan kurasi.
"Kami lakukan analisis kualitas produk sebelum disodorkan ke SPPG," terang Iffah, Rabu (28/1/2026).
Kurasi diperlukan untuk menjamin mutu bahan pangan.
Lantaran, kebutuhan SPPG berhubungan langsung dengan olahan menu makan bergizi gratis (MBG).
Di samping itu, kurasi mempertimbangkan kuantitas serta keberlanjutan produk.
Mengingat program MBG berlangsung reguler setiap hari.
"Ini menjadi solusi memperpendek rantai pasok," ungkapnya.
Keberadaan business matching dianggap menguntungkan SPPG.
Pasalnya, SPPG dapat memperoleh bahan segar langsung ke produsen.
Hal ini, memangkas ongkos distribusi, sekaligus memastikan bahan pangan tetap segar sebelum diproses menjadi MBG.
Business matching dianggap mendekatkan pelaku usaha lokal dengan SPPG.
Bahkan pihaknya menargetkan 100 perse pelaku usaha yang mengikuti kegiatan dapat menjadi penyupali kebutuhan SPPG.
Dikatakan, dari jumlah tersebut hanya 38 UMKM dan lima KDKMP yang lolos dan siap menyuplai kebutuhan SPPG.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mugi Berkah Lestari Desti Puji Lestari mengaku antusias dengan kegiatan tersebut.
Lantaran, yayasannya memiliki tiga SPPG yang beroperasi.
Tentu butuh referensi suplier lokal untuk menyuplai kebutuhan pangan segar.
"Kebetulan sudah lebih dari 50 persen menggunakan produk lokal, jadi ini menambah referensi saja," ungkapnya.
Deati mengungkapkan, kebanyakan menu MBG berasal dari bahan pangan lokal.
Ketersediaan bahan baku yang mudah diakses serta jaminan kualitas menjadi penyebab pihaknya memilih produk lokal.
Selama mengikuti kegiatan ini, SPPG melirik olahan daging sapi, yang dapat disuplai ke SPPG. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva