Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Kali Keracunan MBG, DPRD Kulon Progo Minta Evaluasi hingga Investigasi Pelaksanaan Program

Anom Bagaskoro • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:52 WIB
PERAWATAN: Bupati dan Anggota DPRD Kulon Progo menjenguk korban keracunan MBG. 
PERAWATAN: Bupati dan Anggota DPRD Kulon Progo menjenguk korban keracunan MBG. 

KULON PROGO - Insiden keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Bumi Binangun menjadi sorotan DPRD Kulon Progo.

Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin meminta agar pelaksanaan program dievaluasi, agar tidak terulang kejadian yang sama.

Lantaran, sudah tiga kali insiden terjadi.

Terakhir kali, insiden keracunan menimpa 104 siswa TK, Paud, dan SD di wilayah Sentolo.

"Kami meminta investigasi dan penanganan menyeluruh," ucap Aris, Selasa (27/1/2026).

Politisi PDIP ini mengungkapkan, pentingnya investigasi yang transparan dalam penanganan insiden.

Pasalnya, hasil investigasi menjadi evaluasi agar pelaksanaan MBG terhindar dari kasus serupa.

Tiga kali kasus keracunan menunjukkan evaluasi belum berjalan optimal.

Kasus keracunan pertama, terjadi di Kapanewon Pengasih yang menyebabkan puluhan siswa keracunan.

Kasus kedua muncul di Kapanewon Wates dengan jumlah korban 497 siswa.

Serta terakhir kali di Kapanewon Sentolo.

Evaluasi pelaksanaan program dapat dimulai dari alur penyiapan bahan pangan.

Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diharapkan dapat memilah bahan pangan segar, yang bebas dari bahan berbahaya.

Lantaran, bahan pangan yang buruk mempengaruhi hasil makanan.

Pada alur pengolahan, DPRD meminta agar SPPG tak hanya mematuhi SOP yang ada.

Akan tetapi, memastikan seluruh proses pengolahan tak berpotensi menyebabkan keracunan.

Misalnya, dari segi waktu penyimpanan pasca pengolahan hingga makanan yang masuk ke dalam ompreng.

"Program ini meningkatkan gizi masyarakat, jadi makanan harus dipastikan aman," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo Edi Priyono mengungkapkan kekhawatirannya dengan pelaksanaan MBG.

Bukan dari sisi insiden keracunan, melainkan dari manfaat program itu.

Menurutnya, MBG memiliki dimensi pemenuhan gizi ke penerus bangsa.

Gizi yang baik memastikan, anak dapat berkonsentrasi selama kegiatan belajar mengajar.

Akan tetapi, jika MBG dilaksanakan tanpa ada perbaikan sistem pendidikan maka manfaatnya tak optimal.

"Perlu ada keseimbangan antara pemenuhan gizi dan perbaikan sistem pendidikan," ujarnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#keracunan mbg #evaluasi #pelaksanaan program #Mbg #investigasi #Kulon Progo #DPRD Kulon Progo #Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin #SPPG