Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Difabel Kalurahan Jatisarono Kulon Progo Terima Pelatihan Kebencanaan dan Kedaruratan

Anom Bagaskoro • Jumat, 23 Januari 2026 | 14:53 WIB



KULON PROGO - Kelompok Difabel Kalurahan (KDK) Jatisarono, Kapanewon Naggulan menerima pelatihan kebencanaan dan kedaruratan, Jumat (23/1/2026).

Pelatihan ini, dipandu oleh Personel Pos Damkarmat Nanggulan.

Ketua KDK Jatisarono Kurnia Asih menjelaskan, pihaknya sengaja bekerjasama dengan Damkarmat dan BPBD Kulon Progo untuk mengadakan pelatihan tersebut.

Tujuannya memberikan edukasi mitigasi terkait penanganan bencana atau keadaan darurat yang cukup krusial bagi kelompok difabel.

"Wawasan difabel cukup terbatas masalah kebencanaan, informasinya juga sulit didapat," ucap Kurnia, usai pelatihan kebencanaan di Pos Damkarmat Nanggulan, Jumat (23/1).

Kurnia menjelaskan, difabel memiliki kondisi keterbatasan, seperti hambatan visual hingga gerak.

Kondisi itu, membuat aksesbilitas difabel selama bencana menjadi hal yang cukup diperhatikan.

Sedangkan, selama ini informasi penanganan bencana atau kedaruratan cukup terbatas.

Dengan pelatihan yang diikutu 40 peserta, kelompok difabel diajak memahami beragam upaya penyelematan diri saat kondisi bencana.

Misalanya, situasi gempa difabel dengan hambatan gerak diminta untuk menjaga area kepala.

Selain bencana, pelatihan mengupayakan difabel untuk menangani kejadian darurat yang kerap ditemui di lingkungan sekitar.

Mulai dari kebakatan, hingga kebocoran gas.

Tak sekedar mendapat materi, setiap peserta diajak mempraktekkan hasil materi dengan dipandu instruktur.

PEMADAMAN: Personel damkar memberikan pelatihan cara mengatasi tabung gas bocor hingga memercikan api kepada peserta disabilitas.
PEMADAMAN: Personel damkar memberikan pelatihan cara mengatasi tabung gas bocor hingga memercikan api kepada peserta disabilitas.

Hal ini menjadikan pelatihan cukup lengkap dan bermanfaat bagi kelompok difabel.

"Pelatihan berjalan lancar dan antusias, terutama sewaktu praktek," ungkapnya.

Kurnia menjelaskan, setelah pelatihan kelompoknya akan melakukan kegiatan serupa.

Tujuannya, agar difabel dapat sigap dalam menangani kebencanaan dan kedaruratan.

Minimal kelompok difabel dapat menyelamatkan diri sendiri jika terjadi insiden kebencanaan ataupun kedaruratan.

Kordinator Pos Damkarmat Nanggulan Riyanto mengaku baru pertama kali mendapat peserta pelatihan dari kelompok difabel.

Lantaran, pelatihan yang tak dipungut biaya sepeserpun itu, biasanya diminati sekolah ataupun perusahaan.

"Tentu ada penyesuaian baik materi ataupun prakteknya, agar sesuai dengan peserta," ujarnya.

Riyanto menjelaskan, materi perlu penyesuaian dengan peserta pelatihan.

Mengingat setiap peserta memiliki hambatan masing-masing.

Hal itulah yang menjadi tantangan Damkarmat untuk terus melakukan pembaharuan materi pelatihan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kedaruratan #Pelatihan Kebencanaan #Kulon Progo #Kalurahan Jatisarono #Difabel