KULON PROGO - Dampak keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kapanewon Sentolo mulai dirasakan dan semakin meluas, Rabu (21/1/2026).
Pasalnya, belasan siswa dari beberapa sekolah tak hadir dalam kegiatan belajar mengajar.
Termasuk, operasional SPPG Kaliagung yang turut berhenti sementara waktu.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hadiyanto menjelaskan, total siswa terlapor menerima perawatan keracunan mencapai 101 orang.
Perawatan paling banyak dilakukan di Puskesmas Sentolo 1.
"Melalui pengawas sekolah kami memonitor siswa yang diduga keracunan," ucap Nur, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026).
Nur menyampaikan, siswa keracunan berasal dari tujuh sekolah ditingkat PAUD, TK, hingga SD.
Saat ini pihaknya melakukan monitoring jumlah siswa yang masih mengeluhkan dampak keracunan.
Termasuk menghitung ketidakhadiran siswa pasca insiden keracunan.
Selain monitoring kehadiran, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinkes Kulon Progo untuk tracing dampak keracunan.
Tujuannya, memasyikan jumlah siswa terdampak.
Lantaran, terdapat potensi keracunan tak terlapor ke fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Sentolo Suryadi menjelaskan, keracunan berdampak ke 21 siswanya.
Bahkan beberapa siswa terpaksa tidak hadir ke sekolah, akibat masih lemas.
"13 siswa izin sekolah hari ini, kalau laporan masuk keracunan sekitar pukul 17.00 WIB," ungkapnya.
Suryadi menyampaikan, awal mula keracunan terjadi saat orang tua siswa melaporkan gejala ke wali kelas.
Sekitar pukul 17.00 WIB, orangtua mendapati anaknya mual muntah dan diare.
Ternyata anak tersebut juga mengalami diare sejak di sekolah.
Laporan serupa juga terus bermunculan, membuat pihak sekolah khawatir sekaligus bingung.
Pasalnya, menu MBG yang diduga jadi penyebab keracunan juga dimakan guru. Namun, dampaknya tak sebesar yang diterima anak-anak.
Keesokan harinya, terkumpul data puluhan siswa yang memiliki gejala keracunan, termasuk siswa yang tak hadir hari ini.
Selain siswa izin, penyelenggaraan MBG juga berhenti sementara waktu.
"Hari ini MBG libur, jadi kami arahkan agar ortu dapat membawakan bekal," ungkapnya.
Insiden keracunan MBG baru pertama kali dialami sekolah.
Pasalnya, selama setahun lalu MBG sekolahnya ditanggu SPPG Kalimenur.
Namun, awal tahun ini penyedianya berganti menjadi SPPG Kaliagung.
Hal ini membuat trauma mendalam bagi siswa ataupun orangtua. Keracunan berdampak ke psikologis anak.
Di samping itu, orangtua berpotensi kehilangan kepercayaan.
Sekolah juga dianggao tak mampu untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.
Diketahui, SPPG Kaliagung melayani 2.506 porsi untuk 37 sekolah.
Siswa keracunan yang mendapat perawatan medis 101 siswa, rawat inap 9 orang.
Adapun Menu MBG, nasi, sayur tumis wortel buncis, tempe, telur kukus saus asam, dan anggur. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva