Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Dua Bulan Beroperasi, SPPG Kaliagung Kulon Progo Punya SLHS Tapi Tetap Terjadi Keracunan MBG

Anom Bagaskoro • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:13 WIB
LEMAS: Siswa sekolah dasar menjalani rawat inap akibat keracunan MBG di Kulon Progo.
LEMAS: Siswa sekolah dasar menjalani rawat inap akibat keracunan MBG di Kulon Progo.

KULON PROGO - Kasus keracunan MBG yang menimpa ratusan siswa di Kapanewon Sentolo, Kulon Progo menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, SPPG Kaliagung sebagai penyedia MBG baru beroperasi dua bulan dan telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

Kepala SPPG Kaliagung Satriya Dicky belum mampu menanggapi terkait insiden dugaan keracunan MBG.

Pihaknya masih berfokus pada pemulihan siswa yang mengalami mual muntah hingga diare.

"Kami belum menerima konfirmasi dari PIC SPPG, justru kami mendapat indo keracunan dari puskesmas," ucap Satriya, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (21/1/2026).

Pihaknya mengaku belum bisa menjawab pertanyaan dugaan keracunan akibat menu MBG yang dimakan ratusan siswa.

Lantaran, PIC bagian pengolahan makanan belum dapat dikonfirmasi.

Pada Selasa, (21/1/2026) lalu menu MBG berupa nasi putih, tumis sayur buncis atau wortel, telur kukus saus asam, tempe, dan anggur.

Menu tersebut dinyatakan telah aman dikonsumsi sebelumnya.

Di samping itu, bahan makanan didapat dari suplier pilihan untuk mencegah kontaminasi.

Menu SPPG Kaliagung yang dikonsumsi siswa yang kemudian diduga keracunan pasca menyantap menu MBG di Kulon Progo.
Menu SPPG Kaliagung yang dikonsumsi siswa yang kemudian diduga keracunan pasca menyantap menu MBG di Kulon Progo.

"Suplier bahannya dari distributor, jadi harusnya aman," ungkapnya.

Satriya menyampaikan, dalam pengolahan bahan makanan terdapat standar operasional (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sehingga proses pengolahan, dipastikan membuat menu MBG layak konsumsi.

Walau baru beroperasi dua bulan, pihak SPPG yakin telah menjalankan SOP tersebut dengan sesuai.

SPPG Kaliagung juga telah mengantongi SLHS yang menyatakan seluruh alur pembuatan menu MBG terjamin dari kontaminasi luar.

Insiden keracunan tersebut membuat operasional MBG di Kalurahan Kaliagung, dan sebagian Kapanewon Sentolo terpaksa dihentikan sementara waktu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo Susilaningsih menjelaskan, sampel makanan telah dimasukkan ke laboratorium untuk melacak penyebab keracunan.

"Sampel makanan, muntahan, sudah masuk laboratorium, hasilnya kurang lebih seminggu," ungkapnya.

Diketahui, total siswa diduga keracunan MBG hingga Rabu (21/1/2026) pagi pukul 07.00 WIB mencapai 101 orang. 

Dengan rincian, 68 orang dilarikan ke Puskesmas Sentolo I.

Sebanyak 17 orang dirawat di RS Nyi Ageng Serang Kulon Progo, 7 orang di Rumah Sakit Queen Lativa 7 orang, 9 orang dirawat di RS Pengasih husada. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#laboratorium #Mbg #Kulon Progo #keracunan #Dinkes Kulon Progo #SPPG Kaliagung #SLHS