KULON PROGO - Korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo terus bertambah.
Bahkan jumlah korban terpantau di empat faskes nyaris ratusan orang.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan sempat meninjau langsung empat faskes yang melayani pasien korban keracunan.
Sekitar pukul 23.00 WIB dirinya meninjau Puskesmas Sentolo 1 yang menerima puluhan pasien yang merupakan penerima MBG dari SPPG Kaliagung.
"Pukul 23.00 WIB tadi total dari keempat faskes 87 korban keracunan," ucap Agung, saat ditemui Radar Jogja di Puskesmas Sentolo 1, Rabu (21/1/2026).
Agung menyampaikan, pihaknya telah memantau empat faskes.
Paling banyak korban mendapat perawatan di Puskesmas Sentolo 1 dengan jumlah 55 siswa dan dua diantaranya mendapat layanan rawat inap.
Selain itu, terpantau rawat inap di RSUD Nyi Ageng Serang.
Pemulihan korban keracunan telah dioptimalkan.
Perawatan sementara waktu akan ditanggung Dinas Kesehatan.
Kemungkinan besar BGN akan mengucurkan anggaran perawatan akibat keracunan.
"Yang penting anak-anak pulih dulu," ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov DIY Berharap IJD Selesaikan Sisa Tiga Km Jalan Prambanan-Gayamharjo
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Susilaningsih menjelaskan, korban keracunan terus bertambah.
Jika melihat keracunan masal dialami lebih dari dua orang, dengan jenis konsumsi sama dapat diduga penyebabnya merupakan MBG.
Akan tetapi, pihaknya perlu melakukan pengujian laboratorium dari hasil sampel makanan ataupun muntahan.
Sampel itu dibawa ke laboratorium di Jogja dengan estimasi hasil lab kisaran seminggu pasca kejadian.
Kepala Puskesmas Sentolo 1 Renny Lo menyampaikan, dini hari puskesmas kembali menerima pasien keracunan.
Sehingga, jumlah akumulatif pukul 07.00 WIB berbeda dengan tadi malam.
"Bertambah, pukul 07.00 WIB total pasien keracunan mencapai 80 orang," ungkapnya.
Adapun total korban keracunan hingga pukul 07.00 WIB mencapai 101 orang.
Dengan rincian sebanyak 68 korban dibawa ke Puskesmas Sentolo I.
Rumah Sakit Nyi Ageng Serang Kulon Progo sebanyak 17 orang, Rumah Sakit Queen Lativa sebanyak 7 orang dan Rumah Sakit Pengasih Husada 9 orang. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva