Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Korban Keracunan MBG di Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo Terus Bertambah, Korban dari Sekolah Berbeda

Anom Bagaskoro • Rabu, 21 Januari 2026 | 00:50 WIB
BERDATANGAN: Korban keracunan MBG mendapat perawatan di Puskesmas Sentolo 1 Selasa (20/1).
BERDATANGAN: Korban keracunan MBG mendapat perawatan di Puskesmas Sentolo 1 Selasa (20/1).

 

KULON PROGO - Korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo terus bertambah. Bahkan siswa dan wali murid memadati empat fasilitas kesehatan terdekat di Selasa (20/1) malam.

Kepala Puskesmas Sentolo 1 Renny Lo menyampaikan, pasien diduga keracunan makanan terus bertambah hingga malam hari. Kebanyakan merupakan warga Kalurahan Kaliagung didominasi anak-anak.

Baca Juga: Terapkan Mas JOS Lurah Terban, Gondokusuman Sigit Kusuma Atmaja Terapkan Sanksi Adat, Sampah Dikembalikan ke Pembuang

"Ini masih terus bertambah, sampai pukul 22.00 ada 52 pasien rawat jalan dan dua rawat inap," ucap Renny, saat ditemui awak media di Puskesmas Sentolo 1 Selasa (20/1).

Renny menjelaskan, kebanyakan pasien hadir bersama orang tuanya sejak sore hingga malam hari. Mereka mengeluhkan mual, muntah, hingga diare. Dengan diagnosis awal itu, puluhan anak-anak mengalami keracunan. Sedangkan penyebabnya, masih diselidiki pihak terkait.

Baca Juga: Jelang Hari Jadi, Pemkab Purworejo Minta Dukungan Kementerian UMKM untuk Purworejo Expo

Pihak puskesmas sempat mengamankan sampel muntahan. Lantaran, pasien beberapa kali mengalami muntah saat diperiksa. Sedangkan sampel makanan MBG yang diduga meracuni siswa telah diamankan SPPG Kaliagung, sebagai langkah SOP.

"Kami menyiapkan 10 petugas kesehatan untuk perawatan, karena terus bertambah," ucapnya.

Baca Juga: Debut Locao Bersama PSS Sleman Dapat Apresiasi dari Pelatih Uwak

Selama 24 jam ke depan, Puskesmas Sentolo 1 melakukan perawatan penuh, baik untuk pasien rawat jalan atau pun inap. Untuk perawatan awal, puskesmas berfokus pasa pemulihan pasien. Utamanya, memberikan obat mual hingga diare.

Sementara itu, orang tua pasien Puji Oktavia mengaku kedua anaknya telah menerima MBG dan mengalami keracunan. Anaknya yang bersekolah di TK Banaran Kidul mendapat pembagian SPPG Kaliagung. Namun, sore harinya gejala mual muntah mulai terlihat.

 

"Yang rawat inap ini, muntah hingga perut kosong," ungkapnya.

 

Pantauan Radar Jogja, pasien silih berganti memadati Puskesmas Sentolo. Pasien dengan gejalan ringan dapat menerima perawatan rawat jalan. Hal serupa juga ditemukan di RSUD Nyi Ageng Serang, RS Pengasih Husada, dan RS Queen Lativa.

Sebelumnya, laporan keracunan yang sama terjadi di SD IT Budi Mulyo. Sebanyak 18 siswa dan satu guru dilaporkan mengalami gejala serupa. Seperti mual dan muntah. (gas)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kaliagung #RS Queen Latifa #Puskesmas Sentolo 1 #Mbg #muntah #korban #SD IT Budi Mulyo #keracunan #Program makan bergizi gratis (MBG) #sentolo #TK Banaran Kidul #SPPG