KULON PROGO - Geliat wisata di Bumi Binangun mulai menyebar ke desa wisata.
Sayangnya, dari puluhan desa wisata baru sedikit desa wisata yang masuk kategori mandiri.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menjelaskan, terdapat 29 desa wisata di Bumi Binangun.
Namun, hanya 10 desa wisata yang masuk kategori mandiri. Kondisi ini, menjadi pekerjaan rumah pihaknya.
"Baru sekitar 8-10 desa wisata kategori mandiri, dengan kunjungan aktif," ucap Sutarman, Senin (19/1/2026).
Sutarman menjelaskan, beberapa desa wisata seperti Segajih, Tinalah, Widosari, hingga Nglinggo kerap jadi langganan wisatawan luar daerah.
Bahkan akumulasi kunjungan, bisa mencapai ratusan hingga ribuan pengunjung per tahunnya.
Kunjungan ini dapat dilihat pada Desa Wisata Segajih, dalam sekali kunjungan terdapat 250 pengunjung.
Tak hanya selama sehari, kunjungan wisatawan cenderung menginap karena mengambil paket live in.
"Segajih bahkan sudah fully booked untuk satu bulan ke depan, kebanyakan anak sekolah satu paket 250 siswa," ungkapnya.
Hal serupa juga ditemukan pada desa wisata dengan kategori mandiri.
Kategori mandiri tak hanya dihitung berdasarkan jumlah kunjungan aktif.
Baca Juga: Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis
Namun, pengelolaan desa wisata yang teratur.
Pengelolaan desa wisata memiliki dua tantangan utama, yaitu promosi dan kegigihan pengelola.
Promosi menjadi jangkar utama agar desa wisata dapat hidup.
Melalui promosi, desa wisata dapat menarik banyak pengunjung.
Kekuatan promosi juga harus didasari kegigihan pengelola.
Pengelolaan desa wisata lebih banyak ke arah pemberdayaan masyarakat, jika pengelola tak gigih dipastikan desa wisata mati.
Lantaran, selalu terganjal masalah finansial hingga ide.
Sutarman menyampaikan, desa wisata diharapkan memanfaatkan potensi terdekat mereka.
Tentu unsur terdekat harus memiliki aspek keunikan.
Dari situlah, desa wisata dapat mengembangkannya ke arah paket wisata.
"Tentu itu jadi PR kami, kami menyiapkan beberpa program sebagai solusi desa wisata," ungkapnya.
Dinas Pariwisata Kulon Progo menyiapkan program untuk menjawab permasalahan desa wisata.
Masalah promosi akan dijawab melalui program website khusus pariwisata.
Di samping itu, program open trip akan digalakkan dengan tujuan desa wisata.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa meninjau perkembangan Desa Wisata Segajih, Minggu (18/1/2026).
Pada kesempatan itu, wamenpar menegaskan kementerian mengupayakan pengembangan desa wisata.
"Tahun 2026, desa wisata menjadi prioritas kami," ungkapnya.
Program prioritas pengembangan desa wisata mengarah ke peningkatan paket wisata. Dalam hal ini, kementerian tak lagi menargetkan kuantitas desa wisata.
Melainkan menargetkan peningkatan kualitas desa wisata.
Lantaran, desa wisata di Indonesia memiliki potensi paket wisata berbasis pengalaman. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva