KULON PROGO - Talud gedung sekolah di SD Negeri Kokap Kulon Progo semakin tak kuat menahan beban pasca terjadi retakan beberapa waktu lalu.
Akibatnya, material talud menghantam dinding aula sekolah yang bangunannya berada lebih rendah.
Longsor mengancam fasilitas di sekitarnya.
Kepala Sekolah SDN Kokap Surohim menyebut, titik longsor berada di halaman sekolah.
Awalnya, berupa rekahan tanah, kemudian menjadi retakan dan perlahan amblas pasca diguyur hujan berkepanjangan di akhir tahun 2025.
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabjkan tanah jenuh disusul bangunan UKS yang runtuh.
Insiden itu terekam cctv sekolah.
"Sekitar pukul 05.16 WIB, tidak hujan tapi tanahnya sudah jenuh sehingga longsor," ucap Surohim, saat ditemui Radar Jogja di SDN Kokap, Senin (19/1/2026).
Surohim menyampaikan, longsor kali ini semakin meluas.
Pasalnya, akhir tahun 2025 lalu halaman sekolah hanya amblas akibat talud jebol.
Seminggu kemudian, halaman sekolah kembali amblas sekitar 50 cm.
Sudah ditangani dengan penutupan terpal, halaman sekolah kembali amblas sekitar satu meter.
Penyebabnya, hujan intensitas tinggi selama awal Januari.
Puncaknya, talud yang menahan halaman sekolah tak mampu menampung limpahan tanah yang mengandung kadar air tinggi.
Akibatnya, talud penahan tanah longsor menyebabkan halaman sekolah amblas sedalam dua meter.
"Longsor dari talud menghantam gedung di bawahnya, gedung serbaguna rusak parah," ungkapnya.
Tak hanya halaman sekolah terdampak, kini longsor meluas hingga menyebabkan kerusakan pada bangunan serbaguna.
Bangunan eks UPTD Kapanewon Kokap kini ambrol dihantam material longsor talud.
Bahkan kolom beton penyangga melengkung dan patah akibat dihantam material talud.
Parahnya, tembok gedung juga roboh mengakibatkan aset di dalam gedung ikut tertimbun.
Dampak longsor membuat aktivitas belajar mengajar terganggu.
Pasalnya, aktivitas luar ruangan tak optimal akibat halaman sekolah longsor.
Di damping itu, gedung serbaguna kerap jadi rujukan untuk aktivitas sektor pendidikan.
Gedung berupa aula itu, kerap menjadi titik kumpul untuk rapat antar kepala sekolah.
"Kalau aula sudah pasti tidak digunakan, siswa juga kami pulangkan lebih awal," ungkapnya.
Walau tak menyebabkan korban jiwa, pihak sekolah khawatir dengan kondisi tersebut.
Pasalnya, terdapat potensi longsor kembali jika melihat rekahan tanah yang ada.
Jika cuaca kembali hujan, pihak sekolah khawatir kejadian longsor terulang kembali.
Sebenarnya, SDN Kokap telah menerima kunjungan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen).
Kementerian berupaya merivitalisasi bangunan sekolah tahun ini. Akan tetapi, waktu pelaksanaan belum dipastikan.
Pantauan Radar Jogja di lokasi sekolah, menunjukkan longsor menyebabkan halaman amblas cukup dalam.
Bangunan UKS yang sebelumnya masih berdiri, kini roboh nyaris rata dengan tanah.
Sedangkan bangunan serbaguna yang berhimpitan langsung dengan talud nyaris roboh akibat dihantam material longor.
Guru SDN Kokap terpaksa mengevakuasi aset yang berada di dalam gedung serbaguna.
Pasalnya, empat kolom gedung telah roboh. Kondisi gedung itu, dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva