Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PMK Merebak, Bantuan Sapi Dari Pemkab Berpotensi Batal

Anom Bagaskoro • Minggu, 18 Januari 2026 | 16:11 WIB

SAMPEL: Dokter hewan mengambil air liur dari sapi yang terjangkit PMK.
SAMPEL: Dokter hewan mengambil air liur dari sapi yang terjangkit PMK.
KULON PROGO - Merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Binangun, membuat pemkab berpotensi membatalkan sejumlah program. Salah satunya, program bantuan hewan ternak sapi ke kelompok ternak.

Kepala Bidnag Produksi dan Pengembangan Usaha Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Bambang Dwi menyampaikan, bantuan ternak sapi menjadi program rutin. Akan tetapi, tahun lalu program tak bisa terealisasi akibat PMK yang merebak.

"Tahun lalu kami anggarkan bantuan sapi, untuk dua peternak," ucap Bambang, Minggu (18/1).

Bambang menjelaskan, tahun 2025 telah dianggarkan delapan ekor sapi untuk bantuan di dua kelompok ternak.

Saat pelaksanaan program tersebut, kasus PMK di Kulon Progo mengalami kenaikan. Melihat kondisi itu, pihaknya melakukan perubahan program.

Semula bantuan berupa sapi, Dispertapa merubahnya menjadi bantuan kambing. Bantuan tersebut diarahkan ke beberapa kelompok peternak. Hal ini dilakukan akibat potensi persebaran PMK yang saat itu terus mengalami kenaikan.

"Kalau PMK merebak lagi, program tahun ini juga akan sama," ujarnya.

Bantuan sapi 2026 dijadwalkan terealisasi pertengahan tahun nanti. Sekitar delapan ekor sapi, dengan pagu Rp 77 juta telah ditetapkan.

Namun, jika kondisinya sama seperti tahun lalu, bantuan sapi berpotensi dibatalkan. Pembatalan akan merubah program menjadi bantuan ternak kambing.

Perubahan program dapat dilakukan atas dasar kondisi persebaran penyakit. Jika memaksakan penyaluran ternak sapi, maka akan berpotensi menambah peluang persebaran PMK.

Pasalnya, sapi bantuan biasanya berasal dari luar daerah sebagai indukan. Sapi tersebut berpotensi menyebarkan PMK, mengingat pola persebaran penyakit yang dapat terjadi akibat droplet ataupun sentuhan fisik langsung.

Program bantuan akan berubah menjadi penyaluran ternak kambing atau domba. Kendati hewan ini juga berpotensi terkena PMK, namun persebarannya tak semasif ternak sapi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispertapa Kulon Progo Yuriati memastika pihaknya melakukan pemantauan kasus PMK.

Minggu ini, didapati 36 sapi terjangkit PMK. Untungnya, tak ada temuan kasus sapi mati akibat PMK.

"Ini masih terkendali, dan kebanyakan sapi telah divaksin," ungkapnya. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #Penyakit Mulut dan Kuku #PMK