KULON PROGO - Maraknya temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kulon Progo, Puluhan hewan ternak terjangkit, membuat Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menggencarkan Identifikasi Mutasi Virus PMK.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Yuriati menyampaikan, pihaknya menggandeng Balai Besar Vertenier (BBVet) Wates untuk melakukan identifikan mutasi virus.
Identifikasi dilakukan dengan mengambil sampel virus dari sapi terjangkit.
"Kami keliling ke beberapa kelompok ternak yang sapinya terjangkit PMK," ucap Yuriati, Jumat (16/1/2026).
Yuriati mengungkapkan, identifikasi dilakukan dengan jemput bola pemeriksaan hewan ternak.
Kelompok ternak yang melaporkan hewan terjangkit akan didatangi oleh tim.
Tim berisi personel dokter hewan itu akan mengambil liur, sampel lesi atau cairan lepuh, dan darah.
Pengambilan sampel dilakukan pada hewan ternak yang baru saja terjangkit PMK.
Tujuannya, memeriksa kondisi puncak persebaran virus dan sebagai sampel yang optimal.
"Sampelnya dibawa BBVet untuk identifikasi potensi mutasi, prosesnya cukup lama," ungkapnya.
Identifikasi mutasi pada virus PMK sejauh ini menyasar dua kapanewon, yaitu Temon dan Wates.
Lantaran, kedua kapanewon ini memiliki temuan hewan terjangkit PMK cukup banyak.
Walau hasil identifikasi belum terlihat, pihaknya menegaskan upaya jemput bola merupakan langkah menajemen resiko.
Identifikasi dilakukan untuk menganalisis mutasi virus. Jika virus berkembang, tanpa diketahui, maka dampaknya tak bisa ditakar.
Sehingga, pengobatan pada hewan terjangkit tak dapat optimal.
Walau begitu, PMK tahun 2026 dipastikan terkendali. Lantaran, sebagian besar hewan ternak milik masyarakat Kulon Progo telah menerima vaksin.
Walau tak menjamin bebas PMK, vaksin mengurangi gejala PMK. Sekaligus, mempercepat proses penyembuhan.
Sementara itu, peternak sapi asal Kapanewon Wates Tasimin mengaku hewan ternaknya terjangkit PMK. Padahal, sudah divaksin dua kali.
"Baru pertama kali ini hewan ternak terkena PMK, tahun lalu tidak," ungkapnya.
Tahun lalu, saat PMK sempat merebak hewan ternaknya tak mengalami gejala PMK. Namun, tahun ini muncul liur dan saiawan pada mulut sapinya.
Di samping itu, gejala PMK lain muncul pada kuku sapi yang berdarah. Peternak sepertinya mengaku khawatir dengan kondisi itu. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva