KULON PROGO - Anggaran perbaikan jalan tahun 2026 dipastikan mengalami kenaikan.
Lantaran, puluhan miliar rupiah sengaja dikucurkan pemkab, untuk menjawab keluhan warga.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Septi Adi Jati Prabowo menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran tak membuat program infrastruktur berhenti.
Pasalnya, kebutuhan masyarakat menunjukkan dorongan perbaikan jalan.
"Tahun 2026 ada efisiensi, tapi anggaran perbaikan bertambah sekitar Rp 3 miliar dari 2025 sebesar Rp 17,7 Miliar," ucap Septi, Kamis (15/1/2026).
Septi menjelaskan, efisiensi anggaran dirasakan di DPUPKP Kulon Progo.
Tahun ini, keseluruhan total anggaran belanja dikurangi sekitar Rp 21 miliar.
Dampaknya, pembangunan sarpras pendukung masyarakat seperti bidang irigasi hingga perumahan dikurangi programnya.
Namun, khusus bidang infrastruktur terjadi penambahan anggaran dibandingkan tahun 2025.
Penambahan anggaran digunakan untuk memperluas jangkauan perbaikan jalan.
Pasalnya, tuntutan masyarakat masih mengarah pada penyediaan akses jalan yang representatif.
Jika dilihat dari data DPUPKP, total jalan kabupaten mencapai 800 km.
Baca Juga: Terdepan Salurkan Bantuan Pangan, Masyarakat Aceh Sampaikan Terima Kasih kepada Mentan Amran
Dari total itu, 30 persennya, atau 240 kilometer dinyatakan rusak atau tak memenuhi standar kemantapan jalan.
"Anggaran jalan Rp 20,6 miliar, untuk rekonstruksi jalan dan pemeliharaan rutin," ungkapnya.
Anggaran puluhan miliar rupiah itu, nantinya akan menyasar dua wilayah di Bumi Binangun, yaitu wilayah utara dan selatan dengan pembagian sama rata.
Rekonstruksi jalan berupa perbaikan struktur akan menyentuh beberapa ruas, salah satunya Jalan Cangakan-Ngremang.
Sedangkan, pemeliharaan rutin akan menyentuh ruas jalan dengan kerusakan minor.
Selain mengandalkan APBD, DPUPKP Kulon Progo melakukan pengusulan dana ke pemerintah pusat.
Saat ini, pengusulan program Inpres Jalan Daerah dan Dana Alokasi Khusus sedang diajukan.
Usulan diharapakan dapat diterima dan dikerjakan tahun ini.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengakui pekerjaan rumah pemkab masih berkutat pada infrastruktur.
Keterbatasan APBD membuat pembangunan infrastruktur tak optimal. Namun, masih terdapat opsi perbaikan jalan menggunakan APBN.
"Kami mencoba mengakses APBN, untuk perbaikan jalan," ungkapnya.
Omongan orang nomor 1 Kulon Progo ini, terlihat dengan perbaikan Jalan Gotakan-Cerme.
Anggaran senilai Rp 7 miliar dikucurkan dari pusat untuk perbaikan jalan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva