Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duka Petani Durian Kalibawang: Hujan Tak Kunjung Usai, Bakal Buah Gugur sebelum Berkembang

Anom Bagaskoro • Senin, 12 Januari 2026 | 09:10 WIB

Headshot Sudarno petani Durian dengan brand Kadir
Headshot Sudarno petani Durian dengan brand Kadir
Awal tahun 2026, petani durian di Kulon Progo dipastikan gagal panen. Kondisi ini, juga melanda sentra durian di berbagai wilayah.

Penyebab utamanya, curah hujan ekstrem selama tiga bulan terakhir yang menyebabkan bakal buah durian rontok sebelum berkembang.

Petani durian asal Padukuhan Kempong, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang Sudarno membenarkan kondisi itu.

Sejak November lalu hujan deras telah melanda wilayah Kulon Progo l, terutama wilayah Kalibawang sebagai sentra durian.

"Hujan lebat dan berturut, kalau tahun lalu tidak separah ini," ucap Sudarno, saat ditemui Radar Jogja di kebun durian milknya, Minggu (11/1).

Pemilik toko durian Kadir itu menjelaskan, tahun lalu awal musim hujan tak diliputi intensitas tinggi.

Sedangkan tahun 2025, awal musim hujan langsung diguyur dengan intensitas tinggi. Sejak November 2025, hujan deras berturut-turut selama dua bulan terjadi.

Kondisi itu, membuat bakal buah durian rontok seketika. Pada fase pembentukan bakal buah dari kelopak bunga, hujan mulai terjadi.

Saat bakal buah mulai terbentuk, kekuatan tangkainya belum terlalu kuat. Alhasil, hujan lebat disertai angin kencang mudah merontokkan bakal buah.

"Bakal buahnya banyak yang rontok, padahal kebanyakan bakal buah sudah di semprot," ucapnya.

Fase pembentukan bakal buah, petani biasanya melakukan penyemprotan insektisida. Tujuannya, menghindarkan buah dari lalat buah. Tentu, jika bakal buah rontok, petani akan lebih merugi.

Dampak kerontokan bakal buah, berpengaruh pada panen. Pasalnya, penurunan hasil panen mencapi 50%. Untuk pohon durian berumur lebih dari 20 tahun, biasanya menghasilkan 800 buah.

"Tahun lalu pohon bisa menghasilkan 800 buah, sekarang cuma 200 buah," ucapnya.

Cuaca buruk juga menurunkan tingkat kualitas durian. Kelembapan tinggi, membuat buah durian gampang terserang penyakit.

Paling utama, penyakit trip yang membuat buah tak bisa dikonsumsi dan busuk kering diatas pohon.

Petani durian tak bisa melakukan banyak hal untuk optimalisasi hasil panen. Pasalnya, cuaca menjadi faktor utama. Alhasil, di tahun 2026 ini mereka tak memperoleh banyak keuntungan.

"Tidak sampai rugi, tapi untungnya tipis," ucapnya.

Penurunan angka panen ini, membuat stok durian lokal menipis. Alhasil, harga tinggi tak bisa terbendung.

Namun, bagi petani durian, menjual buah dengan harga tinggi membuat mereka kehilangan pembeli.

Maka kebanyakan petani durian di Kulon Progo mengambil keuntungan lebih kecil. Hingga saat ini, harga durian ukuran besar di rentang Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Sedangkan, durian ukuran kecil Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu. (gas)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #Kulon Progo #Petani Durian #Cuaca Ekstrem