KULON PROGO - Dampak talut longsor di SDN Kokap, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) tak efektif.
Pasalnya, puluhan siswa terpaksa berkegiatan di bawah tenda yang biasanya digunakan saat bencana.
Pantauan Radar Jogja di SDN Kokap, KBM dimulai sejak pukul 07.00 WIB.
Tepat di bawah tenda bertuliskan BNPB, sekitar 20 siswa melakukan KBM di sana.
Tenda berukuran 6×15 meter itu, dibagi menjadi dua area.
Satu area untuk ruang siswa, sedangkan satu area lain digunakan untuk ruang guru.
Kepala Sekolah SDN Kokap Surohim menjelaskan, KBM berjalan normal pasca kejadian longsor talut yang berakibat pada kerusakan gedung sekolah.
Semua siswa telah masuk seperti biasanya, yang sebelumnya kelas satu dan dua belajar di rumah.
"Kelas satu hingga enam sudah masuk semua, kemarin memang dua kelas sempat belajar di rumah," ucap Surohim, saat ditemui Radar Jogja di SDN Kokap, Selasa (6/1/2026).
Surohim menjelaskan, pertimbangan KBM normal didasari pemindahan kelas.
Bangunan UKS, dapur, ruang guru, dan kelas yang terdampak telah dipindahkan.
Untuk ruang kelas yang masih bisa digunakan dan tak berbahaya tetap untuk KBM siswa.
Hanya ada satu ruang kelas yang ditinggalkan untuk KBM.
Ruang kelas itu, biasanya digunakan untuk KBM kelas lima.
Siswa terpaksa KBM di tenda bewarna oranye yang bertuliskan BNPB.
Tenda tersebut merupakan pinjaman sekolah dari BPBD.
"Dibagi menjadi dua, satu area untuk kelas, satu area lagi untuk ruang guru," ucapnya.
Penggunaan tenda pada KBM SDN Kokap dirasa tetap tak kondusif.
Pasalnya, tenda hanya mampu menutup siswa dari sinar matahari.
Sedangkan, kenyamanan berupa penerangan dan suasana KBM tak terwujud di dalam tenda.
Akibat kondisi itu, KBM hari kedua pasca libur panjang belum berlangsung optimal.
Surohim menyampaikan, siswa dipulangkan lebih awal sekitar pukul 10.00 WIB.
Lantaran, pihaknya perlu menyesuaikan ulang penggunaan tenda untuk ruang kelas.
Sekaligus, memastikan psikologis siswa terjaga dengan kondisi pasca longsor talut.
Selama 2-3 hari kedepan, pihak sekolah juha melakukan pemindahan barang-barang aset.
Buku yang sebelumnya dikumpulkan di ruang guru nantinya, dipindah ke area kelas yang kosong.
Termasuk alat peraga pendidikan yang perlu diamankan.
"Harapan kami, ada tindak lanjut segera untuk rehabilitasi," ungkapnya.
Surohim berharap agar pemkab atau pihak lain dapat segera menindaklanjuti rehabilitasi sekolah.
Dari sekolah, telah melakukan pengajuan program revitalisasi sekolah.
Harapannya, di tahun 2026 ini revitalisasi dapat dijalankan, katena berhubungan dengan kondusivitas KBM.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi mengungkapkan, skema rehabilitasi SDN Kokap.
Rehabilitasi dapat dibebankan APBD, ataupun program revitalisasi dari Kemendikdasmen.
"Tentu akan kami perbaiki, sementara masih kami lakukan penilaian," ucapnya.
Disdikpora Kulon Progo telah melakukan penilaian kondisi sekolah.
Penilaian ini, nantinya akan menjadi dasar pertimbahan rehabilitasi.
Sedangkan pendanaan, memiliki beberapa skema yanh fleksibel.
Lantaran, kejafian longsor talut berada di awal tahun anggaran baru. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva