Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SDN Kokap Terdampak Longor Talud, Sebagian Siswa Diminta Belajar Di Rumah

Anom Bagaskoro • Senin, 5 Januari 2026 | 17:53 WIB
RUSAK: Seorang guru menunjukkan halaman sekolah yang berada di perbukitan merekah, dampak hujan intensitas tinggi sejak akhir tahun lalu.
RUSAK: Seorang guru menunjukkan halaman sekolah yang berada di perbukitan merekah, dampak hujan intensitas tinggi sejak akhir tahun lalu.

KULON PROGO - Hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kulon Progo di penghujung tahun 2025 kemarin menyebabkan talud di SDN Kokap, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap longsor.

Tanah di halaman sekolah merekah. 

Bahkan menyebabkan bangunan sekolah terbelah.

Dan terpaksa sejumlah siswa belajar di rumah.

"Ada 12 siswa (belajar di rumah, Red) dari dua kelas, kelas I dan II dari total 79 siswa," terang Surohim, Kepala Sekolah SD Negeri Kokap, Kulon Progo, ditemui Radar Jogja, Senin (5/1/2026).

Dua kelas diminta belajar di rumah karena bangunan sekolah membahayakan.

Ada tiga bangunan terdampak, yaitu UKS dan dapur, satu ruang kelas, ruang guru dan kepsek

Bukan hanya mengancam bagunan sekolah namun, halaman sekolah pun turut terdampak.

Talud sepanjang 20 meter dengan tinggi 15 meter merekah dan sempat bergerak.

Hal ini menyebabkan talud amblas sedalam 50 cm.

"Awalnya sudah terlihat retak sekepalan tangan, itu tanggal 29 Desember dan terus melebar," ucap Surohim.

Surohim menjelaskan, longsor talud dimulai saat sekolah mendapati adanya rekahan sebesar kepala tangan di halaman sekolah.

Rekahan timbul, setelah hujan deras pada 29 Desember lalu.

Rekahan sepanjang 25 meter itu, ternyata berhubungan dengan ruang UKS dan dapur.

Rekahan tanah itu, kemudian terus melebar sebesar buah kelapa dan mulai berdampak ke ruang pendidikan pada 31 Desember 2025.

Saat ditinggal berlibur, rekahan kembali meluas hingga menyebabkan tanah amblas serta gedung dapur dan UKS miring 20 derajat.

"Kami menghubungi BPBD dan mendapatkan bantuan, kami juga melakuakn kerja bakti," ucapnya.

Pihaknya berupaya memperlambat luasan rekahan dengan berkerja bakti.

Orangtua, guru hingga komite melakukan lokalisir air tak masuk dalam rekahan.

Tujuannya, mencegah air menggerus dasar halaman sekolah.

Akan tetapi langkah tersebut hanya mampu mengurangi laju longsor talud.

Kerusakan bangunan sekolah tetap terjadi. Bahkan ruang UKS dan dapu telah miring 20 derajat.

Hal ini diakibatkan bagian dasar bangunan telah amblas sebagian.

Tak sampai situ, ruang guru ikut terancam.

Lantaran, seperempat bangunan ruang guru berada dalam area tanah amblas.

Alhasil, pihak sekolah melakukan evakuasi barang-barang inventarisir pendidikan.

"Untuk mencegah potensi kerawanan longsor, kami meminta siswa kelas satu dan dua untuk belajar di rumah," ungkapmya.

Potensi meluasnya longsor, membuat sekolah terpaksa menetapkan belajar di rumah bagi sebagian siswa.

Sedangkan ruang guru, terpaksa menggunakan tenda dari BPBD Kulon Progo.

Pantauan Radar Jogja di SDN Kokap, didapati kerusakan halaman sekolah berdampak ke bangunan UKS dan dapur yang telah miring 20 derajat

. Bangunan yang dirasa aman juga mengalami retakan struktur akibat pergeseran tanah. Bahkan area ruang guru mulai terkikis bagian dasarnya.

Tumpukan buku, yang semula tersimpan di ruang guru mulai dipindahkan ke area selasar kelas.

Siswa yang sebelumnya belajar di kelas dengan meja dan kursi terpaksa duduk dilantai.

Penyebabnya, bangunan mulai berbahaya saat digunakan untuk pembelajaran.

Kekhawatiran terhadap kondisi bangunan diungkapkan siswa SDN Kokap Ramadania Alisa. Sebagai siswa dirinya mengaku khawatir dengan kondisi sekolahnya.

Pasalnya, kerusakan mulai terlihat di bagian UKS yang bangunnanya nyaris roboh.

"Bangunannya menyedihkan, karena terkena longsor," ungkapnya.

Alisa mengaku tak nyaman dengan kondisi itu.

Pasalnya, muncul kekhawatiran longsor saat hujan lebat selama KBM.

Di sampingitu, area halaman sekolah merupakan tempay bermain bagi siswa.

Sehingga, selama beberapa hari ke depan aktivitas bermain tak dapat dilakukan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Longsor Talud #Kulon Progo #Siswa #belajar di rumah #bangunan sekolah #BPBD #SDN Kokap #kokap