Sejumlah masyarakat, khususnya yang berdomisili di Wates bahkan rela meluangkan waktu untuk mengunjunginya.
Pantauan Radar Jogja, sejak beroperasinya JPO Jogoyudan berbagai lapisan masyarakat telah berkunjung.
Utamanya, saat libur Nataru masyarakat yang menikmati area Alun-Alun Wates berkemungkinan besar mengunjungi JPO.
Hermanto menjadi saksi JPO Jogoyudan yang menjadi daya tarik baru bagi masyarakat sepertinya.
Sebagai warga di sekitar JPO, dirinya cukup tertarik dengan bangunan itu. Bahkan sengaja berkunjung ke JPO bersama cucunya.
"Sengaja ke sini momong cucu, supaya mereka tahu apa itu JPO," ucap Hermanto, Jumat (26/12).
Warga sekitar JPO sepertinya memang telah menunggu operasional bangunan penyeberangan itu.
Lantaran, sejak penutupan perlintasan tanah sebidang Teteg Wetan Wates, warga kesulitan berjalan kaki ke Alun-Alun Wates. Warga perlu memutar sejauh satu kilometer untuk menuju Alwa dari arah selatan.
Selain Hermanto, warga Kapanewon Pengasih Yuli Astuti mengaku sengaja berkunjung ke JPO Jogoyudan.
Awalnya, Yuli memang diajak oleh anaknya untuk mencoba JPO. Namun, sesampainya di lokasi kekagumannya muncul.
"Tempatnya bagus untuk foto-foto, dan pengunjung lain juga melakukan foto," ungkapnya.
Yuli menyampaikan, JPO Jogoyudan memiliki bentuk yang unik. Lantaran, hiasan berwarna hijau nampak gagah melintang di atas rel kereta api.
Di atas JPO, masyarakat juga mampu melihat kesibukan Kota Wates. Jika di waktu tertentu, masyarakat dapat mengabadikan momen kereta keluar masuk di Stasiun Wates.
Sementara itu, PPK Proyek JPO Perwakilan Wuriandreza Gigih Muktitama menghimbau masyarakat agar mematuhi peringatan penggunaan JPO. Khususnya batas maksimal 50 orang yang menyebrang di JPO.
"Batas maksimalnya 50 orang, dan ada sembilan CCTV untuk pengamanan," ungkapnya.
Gigih menyampaikan, batasan maksimal 50 orang sebenarnya diberlakukan agar masyarakat nyaman.
Khususnya, masyarakat yang hendak menyeberang. Jika terlalu banyak orang berkerumun, maka kenyamanan penyebrang terganggu.
Pihaknya mengakui, JPO berpotensi menarik pengunjung. Akan tetapi, masyarakat harus paham untuk memanfaatkan JPO sesuai fungsinya. (gas)
Editor : Bahana.