Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kulon Progo Sudarmanto menyampaikan, SK Pensiun telah diserahterimakan ke 345 ASN, Rabu (24/12) lalu. SK tersebut sebagai simbol pengabdian mereka selesai di tahun 2026 mendatang.
"Total 345 ASN, terdiri dari tiga JPTP, 13 Administrator, 14 pengawas, 206 guru, 34 fungsional, serta 73 pelaksana," ucap Sudarmanto, Jumat (26/12).
Sudarmanto menyampaikan, selain pensiun terdapat dua ASN yang berhenti sebelum batas usia pensiun (BUP). Lantaran, meninggal dunia selama mengabdikan diri menjadi ASN.
Tiga JPTP yang nantinya pensiun di tahun 2026, diantaranya Sekretaris Daerah, Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Perekonomian, serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan. Ketiganya, akan pensiun antara bulan Juli hingga Desember 2026.
Momen pensiun, dianggapnya sebagai tahapan alamiah bagi ASN. Lantaran, setiapa generasi akan masuk masa lanjut usia, dan merupakan bafian dari manajemen ASN. Sehingga, tak perlu dikhawatirkan.
"Pensiun bagian dari yang ditunggu-tunggu, disitu melekat hak kepegawaian," ucapnya.
Memasuki masa pensiun, ratusan ASN nantinya akan mendapat hak-hak mereka. Seperti, hak tunjangan masa tua, ataupun tunjangan pensiun.
Negara dipastikan akan memenuhi hak yang melekat bagi pensiuanan ASN.
Kendati telah pensiun, BKP SDM Kulon Progo berharap mantan ASN tetap memberikan kontribusi.
Bukan untuk pemerintahan, namun masyarakat sosial. Baik berupa kontribusi sosial hingga pemikiran.
"Setiap tahunnya, ratusan ASN Kulon Progo pensiun, tetapi kami juga melakaukan pengangkatan," tuturnya.
Walau ratusan ASN pensiun, BKP SDM Kulon Progo memastikan tak akan berdampak ke pelayanan masyarakat. Pasalnya, setiap tahunnya Pemkab Kulon Progo rutin mengangkat ASN melalui beberapa jalur.
Di antaranya, PNS ataupun PPPK bergantung pada kebijakan pusat ke daerah.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, apresiasi ke ASN yang segera pensiun di tahun 2026 mendatang.
Lantaran, telah menuntaskan ketugasan mereka dan mengabdi untuk daerah.
"Purna tugas bukan akhir perjalanan, tetapi awal kontribusi ke masyarakat dan lebih dekat ke keluarga," ungkapnya.
Agung menjelaskan, pensiunan akan mengahadapi masa tua mereka. Hal itu, bukan berarti mereka minim pekerjaan.
Pensiunan diharapkan tetap aktif untuk mengisi hari tua. Tujuannya, menjaga kualitas tubuh dan mental. (gas)
Editor : Bahana.