Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tanggul Sungai Serang Jebol, Warga Karangwuni Pasang Geobag Darurat

Anom Bagaskoro • Minggu, 21 Desember 2025 | 21:25 WIB

GOTONG ROYONG: Warga mengangkut geobag yang telah diisi pasir dan ditumpuk sebagai tanggul sungai.
GOTONG ROYONG: Warga mengangkut geobag yang telah diisi pasir dan ditumpuk sebagai tanggul sungai.
KULON PROGO - Khawatir dengan limpahan air banjir, warga Kalurahan Karangwuni melakukan kerja bakti pemasangan geobag darurat.

Bergotong royong, pemasangan dilakukan untuk menambal tanggul sungai yang telah jebol.

Lurah Karangwuni Anwar Musadad menyampaikan, pemasangan geobag merupakan langkah mitigasi bencana. Lantaran, tanggul sungai telah jebol akibat sering dilewati banjir.

"Tanggul lama hanya tanah biasa, sudah beberapa kali jebol dan diperbaiki, tahun lalu juga sempat jebol," ucap Anwar, saat ditemui Radar Jogja di lokasi kerja bakti, Minggu (21/12).

Anwar menyampaikan, kejadian tanggul jebol bukan kali pertama terjadi. Selama beberapa tahun terakhir tanggul sungai berupa tebing tanah telah rusak diterjang luapan air Sungai Serang.

Terakhir kali di tahun 2024, tanggul jebol membuat air luapan Sungai Serang nyaris meluap hingga merendam pemukiman warga.

Tak mau kejadian banjir menimpa Kalurahan Karangwuni, pemerintah kalurahan menggunakan dana bagi hasil retribusi untuk memperbaiki tanggul. Dana yang terbatas, membuat warga akhirnya bekerja bakti dalam pembuatan tanggul.

Tanggul darurat dibangun dengan cara menumpuk geobag atau karung pasir di lokasi tanggul jebol.

Sebagian material tersebut juga diperoleh dari bantuan BPBD Kulon Progo. Berkat itu, tanggul berukuran 20 meter dengan tinggi 10 meter berhasil dibangun.

"Kami berharap agar pemangku wilayah BBBWSSO dapat melakukan tindak lanjut," ungkapnya.

Warga berharap agar Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dapat bertindak.

Lantaran, tanggul sungai jebol merupakan kewenangan BBWSSO untuk perbaikannya.

Di sisi lain, pemerintah kalurahan dan warga hanya dapat melakukan perbaikan minim. Padahal, terdapat tiga lokasi tanggul jebol yang juga butuh perbaikan.

Sementara itu, kerja bakti yang dilakukan warga Karangwuni menarik perhatian Bupati Kulon Progo Agung Setyawan untuk meninjau lokasi.

Pada kesempatan itu, Agung sempat menelfon beberapa pihak untuk menanyakan proses perbaikan tanggul sungai.

"Tadi sudah telfon BBWSSO untuk menanyakan perbaikan, sama meminta beberapa pihak untuk bantuan geobag," ucapnya.

Agung menjelaskan, komitmen pemkab dalam perbaikan tanggul. Keluhan tanggul jebol akan disampaikan ke BBWSSO.

Sedangkan untuk tanggul darurat, pihaknya telah menyiapkan pengajuan bantuan geobag sejumlah dua ribu sak. Di samping itu, dirinya mengapresiasi langkah warga yang mau bergotong royong membenahi tanggul. (gas)

Editor : Bahana.
#tanggul sungai jebol #Yogyakarta #Kulon Progo #karangwuni