Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima SPPG di Kulon Progo Berhenti Beroperasi, Ini Penyebabnya!

Anom Bagaskoro • Selasa, 16 Desember 2025 | 23:33 WIB

 

LAHAP: Siswa sekolah dasar memakam menu program MBG. 
LAHAP: Siswa sekolah dasar memakam menu program MBG. 


KULON PROGO - Sekolah di Kulon Progo tidak menerima makan bergizi gratis (MBG) seperti biasa.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kulon Progo terpaksa berhenti beroperasi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hadiyanto mengatakan, penghentian berdampak ke penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah.

"Ada lima SPPG yang berhenti sementara per hari ini," ucap Nur, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Selasa (16/12/2025).

Informasi tersebut dari kordinator wilayah BGN Kulon Progo.

Lima SPPG yang dimaksud meliputi, SPPG Wates Triharjo 1, SPPG Wates Ngestiharjo, SPPG Pengasih Kedungsari, SPPG Pengasih dan SPPG Kalibawang Banjarharjo.

Kelima SPPG itu tersebar di tiga wilayah yaitu, Kapanewon Pengasih, Kapanewon Wates, dan Kapanewon Kalibawang.

Penghentian operasional SPPG hanya bersifat sementara.

Lantaran, penghentian dilakukan untuk penataan administrasi oleh BGN.

Apabila BGN telah menyelesaikan penataan, maka kelima SPPG dapat beroperasi kembali.

Akan tetapi, tak ada waktu pasti kapan operasional SPPG dapat normal kembali.

"Hampir semua sekolah masih menunggu rapotan," ucapnya.

Total perkiraan siswa tidak menerima Mbg sekitar 10 ribu.

Nur menjelaskan, penghentian operasional MBG telah disampaikan ke sekolah penerima oleh setiap SPPG.

Sekolah dipastikan tak akan menunggu pengiriman MBG.

Kebanyakan sekolah di Kulon Progo juga memasuki akhir semester.

Membuat kegiatan sekolah cukup minim, dan distribusi MBG dirasa tak berpengaruh ke aktivitas siswa.

Pihaknya juga memastikan distribusi paket MBG selama libur sekolah tetap bisa terjadi.

Lantaran, BGN memiliki kebijakan penerimaan MBG ke setiap anak.

Skemanya, setiap sekolah dan siswa mengisi form kesediaan menerima peket MBG selama libur sekolah.

Apabila sekolah atau siswa tak menghendaki distribusi MBG, maka SPPG tak akan melakukan dustribusi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Wates Tugino menjelaskan, sekolahnya masih menerima distribusi MBG.

Padahal SPPG Wates Triharjo diketahui mengalami penghentian sementara akibat penataan administrasi oleh BGN.

"Sejauh ini belum ada kendala ataupun informaai, bisa tanyakan SPPG saja," ungkapnya.

Tugino menyampaikan, selama seminggu terakhir paket MBG yang diterima sekolahnya berbentuk makanan kering.

Di antaranya, roti, selai, buah, dan susu. Paket itu disambut baik oleh siswa SMPN 3 Wates. (gas)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#penyebab #Mbg #Disdikpora Kulon Progo #Kulon Progo #Siswa #berhenti beroperasi #Sekolah #SPPG