Tahun ini, tali asih untuk NPC disamakan dengan KONI Kulon Progo. Secara nominal, naik Rp 4 juta dibanding tahun sebelumnya untuk atlet perolehan medali emas.
"Bagi kami, tali asih menjadi semangat untuk atlet," ucapnya.
Pada ajang Peparda 2025 lalu, NPC Kulon Progo berhasil mencapai target 24 medali emas.
Akan tetapi, secara peringkat terjadi penurunan. Tahun ini, Kulon Progo menduduki peringkat kelima di bawah tuan rumah Gunungkidul. Sedangkan, Peparda III DIY 2022 Kulon Progo menduduki peringkat empat.
Pihaknya berupaya melakukan evaluasi untuk meningkatkan target perolehan medali serta peringkat.
Caranya dengan melatih atlet muda, dengan kerjasama antara NPC dan SLB, ataupun sekolah inklusi.
Sementara itu, atlet penerima tali asih Dodi Febriyanto mengaku mendapat tiga medali dari tiga nomer cabor anggar kursi roda.
Perolehan medali ini tergolong istimewa, karena baru pertama kali ikut serta dalam pertandingan.
"Senang bisa memproleh medali, terutama pasca kaki saya seperti ini setelah kecelakaan," ungkapnya.
Dodi menyampaikan, tali asih yang diperolehnya mencapai Rp 30 juta. Uang tali asih itu, digunakan untuk renovasi rumah miliknya. Lantaran, rumah miliknya belum terfasilitasi layak kursi roda. (gas)