RADAR JOGJA - Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo berupaya mendapatkan akses bantuan pemerintah, baik daerah maupun pusat.
Pengajuan proposal kegiatan pemberdayaan masyarakat rutin dilakukan.
Dua program kementerian berhasil digaet 2025 ini.
"Tahun ini kami mendapat bantuan dari dua kementerian, di sektor pertanian dan kelautan," ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kalurahan Banyuroto Bambang Nurcahyo, Jumat (12/12/2025).
Bantuan untuk mengatasi keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja kalurahan (APBKal) Kalurahan Banyuroto.
Bambang menjelaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menggelontorkan bantuan budidaya ikan air tawar.
Meliputi bibit ikan, sarana dan prasarana (sarpras) bangunan serta kolam lengkap dengan peralatan pendukung.
Bantuan tersebut dikelola oleh sekelompok pembudidaya ikan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan.
Bantuan berupa sarana budidaya ikan metode bioflok.
Metode ini cukup jarang ditemui di masyarakat luas.
Sebelumnya, Kalurahan Banyuroto telah melakukan pemetaan potensi desa.
Hasil pemetaan menunjukkan, sumber daya air yang mudah ditemui di wilayah tersebut.
Sehingga, potensi pengembangan budidaya ikan air tawar dapat terjadi.
"Kami dilalui irigasi Kalibawang dan Sungai Serang, cukup untuk budidaya skala besar," ungkapnya.
Selain itu, LPMKal juga mampu memperoleh bantuan dari Kementerian Pertanian RI.
Bantuan berupa, pengembangan budidaya ayam petelur.
Bantuan 600 ekor ayam petelur digelontorkan, termasuk kandang petelur, dan bangunan peternakan.
Bantuan ini menyasar dua kelompok yang beranggotakan kurang lebih 200 orang.
Pengajuan bantuan ini, berawal dari kasus beberapa peternakan ayam petelur yang dikelola masyarakat secara pribadi tak membuahkan hasil.
Karena, pengelolaannya belum optimal, warga yang dulunya peternak ayam berkumpul dan membentuk kelompok ternak dan rutin mengusulkan bantuan.
"Kami juga rutin mengusulkan CSR ke perusahaan, terutama masalah infrastruktur," ungkapnya.
Menurutnya, upaya pengusulan mengakses bantuan terus dilakukan.
Lantaran, kondisi keuangan kalurahan tak lapang.
"Dari pada berpangku tangan menunggu, lebih baik rutin mengusulkan bantuan," tandasnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva