KULON PROGO - Perusahaan umum daerah (Perumda) Aneka Usaha Kulon Progo ditugaskan pemkab untuk mengembangkan bisnis.
Sektor yang diincar yakni bisnis perdagangan bahan pokok yang menampung produk lokal.
Direktur Perumda Aneka Usaha Muhammad Nastain menjelaskan, instruksi pengembangan bisnis muncul saat rapat KPM atau RUPS.
Saat itu, perwakilan pemegang saham dari Pemkab Kulon Progo mendorong peningkatan setoran ke daerah dengan pengembangan bisnis.
"Kami didorong untuk mengembangkan sektor perdagangan dan membantu pemkab mengendalikan inflasi," ucap Nastain, Jumat (12/12/2025).
Nastain menyampaikan, perumda cukup lama berkecimpung di bisnis perdagangan. Membuat pengembangan di sektor tersebut tak akan memakan waktu.
Bahkan, awal Desember lalu Aneka Usaha telah memulai bisnis perdagangan sesuai arahan pemegang saham.
Bisnis tersebut berupa, perdagangan bahan pokok.
Pada gelaran pasar murah yang dihadirkan Pemkab Kulon Progo awal bulan Desember, Aneka Usaha ditugaskan menjadi penyedia bahan pokok bersubsidi.
Penugasan ini, juga berkaitan dalam pengendalian inflasi.
Lantaran, perumda secara khusus ditugaskan untuk membantu pasar murah.
Khususnya menyediakan barang kualitas tinggi untuk diperjualbelikan ke masyarakat dengan harga subsidi.
"Kami juga diminta menampung sejumlah produk pertanian," ungkapnya.
Nastain menjelaskan, selain terfokus membantu pasar murah, perumda didorong mengembangkan perdagangan luas.
Khususnya memanfaatkan potensi pertanian.
Dengan menampung produk pertanian sepertu beras non subsidi dari kelompok tani, perumda akan menjual dengan branding baru dengan harga yang menguntungkan.
Dari pengembangan bisnis tersebut, diharapakan dapat meningkatkan pendapatan Perumda Aneka Usaha.
Tentunya, pendapatan itu lantas menjadi setoran ke Pemkab Kulon Progo.
"Ini belum tutup buka, Insyaallah mencapai target setoran ke pemkab," ungkapnya.
Nastain menjelaskan, setoran perumda di tahun 2025 ini ditargetkan mencapai Rp 100 juta.
Pihaknya masih menunggu tutup buku, karena setoran berpotensi melebihi target.
Sedangkan di tahun 2026 mendatang, target setoran dipastikan mengalami kenaikan 10% dari 2025 atau Rp 110 juta. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva