KULON PROGO - Desa Wisata Tinalah masuk daftar rawan bencana yang diungkapkan Dinas Pariwisata DIY.
Akan tetapi, pengelola Dewi Tinalah justru menepisnya.
Menurutnya objek wisata aman dari bencana longsor.
Pengelola Dewi Tinalah, Panggih Widodo menyampaikan, jaminan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung.
"Lokasi objek wisata di Dewi Tinalah bukanlah daerah rawan longsor," tegas Panggih Selasa (9/12/2025).
Utamanya di lokasi wisata utama yang kerap jadi jujukan wisatawan.
"Seperti, bumi perkemahan, fun tubbing, dan outbond bukan daerah rawan longsor," ucap Panggih,
Panggih menjelaskan, tak pernah ada kejadian longsor di sekitar objek wisata.
Kejadian longsor memang sempat terjadi di Kalurahan Purwoharjo yang titiknya cukup jauh dari objek wisata.
Kondisi itu, menguatkan potensi kerawanan longsor yang tak akan mengganggu kunjungan wisata.
Isu Dewi Tinalah di daerah rawan longsor sempat membingungkan pengelola dan calon pengunjung.
Khususnya bagi wisatawan yang telah melakukan reservasi, kebanyakan menanyakan perihal keamanan liburan mereka.
"Informasi rawan longsor tidak berpengaruh ke jumlah kunjungan," ungkapnya.
Kendati jauh dari kerawanan bencana, pengelola desa wisata tetap melakukan antisipasi.
Di antaranya, mempersiapkan tim khusus penanganan bencana bekerjasama dengan kalurahan.
Tak tanggung-tanggung, tenaga desa wisata merupakan mantan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Sehingga dianggap mampu dalam penanganan bencana.
Upaya serupa juga dilakukan pengelola Desa Wisata Jatimulyo.
Ketua Deswita Jatimulyo Suhandri menjelaskan, langkah antisipasi bencana di kawasan wisata.
Kebanyakan objek wisata di Jatimulyo memang berada di sektor sungai dan perbukitan.
Sehingga, mitigasi kebencanaan telah ditetapkan sebelum beroperasi.
"Salah satunya dengan rutin memberikan informasi cuaca, untuk mencegah kunjungan wisata," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva