KULON PROGO - Di Ulang Tahun Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang (RSUD NAS) ke-11 masih diliputi pekerjaan rumah.
Salah satunya, nilai Bed Occupancy Rate (BOR).
Di tahun 2025 ini, manajemen RSUD NAS menambah sejumlah fasilitas untuk mengoptimalkan peningkatan BOR.
Direktur RSUD NAS Theodola Baning Rahayujati menjelaskan, di umur rumah sakit yang baru menginjak belasan tahun, masih banyak evaluasi yang diperlukan.
Salah satunya, dalam menggaet masyarakat untuk berobat ke faskes rumah sakit daerah terdekat.
"BOR RSUD NAS masih di angka 30-40%, ini PR kami untuk meningkatkan pelayanan," ucap Baning, saat ditemui awak media, di RSUD NAS, Selasa (9/12/2025).
Baning menyampaikan, 30% angka BOR menunjukkan masih minimnya masyarakat memanfaatkan layanan di rumah sakit.
Di samping itu, BOR menjadi indikator kemandirian manajemen rumah sakit dalam kerangka badan layanan umum daerah (BLUD).
Lantaran, rumah sakit idealnya memiliki BOR 70-80%. Tujuannya, agar serapan pelayanan tercapai, sekaligus tak bergantung pendanaan oleh pemkab.
Untuk mengatasi rendahnya BOR, pihaknya menambah fasilitas pelayanan.
Di tahun 2025 ini, pihaknya menyiapkan fasilitas tambahan berupa ruang rawat inap kedua, unit hemodialisis, dan spesialis anak.
Penambahan serupa, juga pernah dilakukan di tahun 2024, dengan ditambahnya fasilitas CT Scan dan rawat inap.
"Dengan penambahan kami menargetkan kenaikan BOR di angka 50%," ucapnya.
Pihaknya juga berencana menambah fasilitas lain dalam rangka memberikan pelayanan variatif ke masyarakat.
Penambahan sejlaan dengan rencana perluasan RSUD NAS di tahun 2027.
Selain untuk masyarakat, perluasan ditujukan menghadapi exit tol di Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo.
Sementara itu, Pengunjung RSUD NAS Tuminem menyambut baik penambahan layanan baru terapi di RSUD NAS.
Lantaran, unit baru memberikan layanan lebih dekat dengan rumahnya yang terletak di Kalurahan Srikayangan.
"Bagus, antriannya juga tidak terlalu lama," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva