Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Akses Penghubung Dua Kapanewon di Kulon Progo ini Memprihatinkan! Jalan Rusak Berat, Jembatan dari Kayu

Anom Bagaskoro • Senin, 8 Desember 2025 | 22:56 WIB
Seorang warga berjalan kaki menapaki Jalan Branti-Gondangan, Padukuhan Sonya, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo yang kondisinya rusak berat.
Seorang warga berjalan kaki menapaki Jalan Branti-Gondangan, Padukuhan Sonya, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo yang kondisinya rusak berat.

KULON PROGO - Jalan Branti-Gondangan, Padukuhan Sonya, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo Kulon Progo memprihatinkan.

Jalan aset Pemkab Kulon Progo yang dulu diaspal itu kini rusak berat.

Jalan, hanya menyisakan tumpukan batu, dengan jembatan yang terbuat dari potongan kayu.

Perwakilan Warga Sukidi menjelaskan, Jalan Branti-Gondangan merupakan akses penghubung antar Kapanewon Pengasih dan Girimulyo.

Secara efektif, jalan milik kabupaten ini merupakan akses utama bagi dua padukuhan di Kalurahan Jatimulyo.

Dengan kerusakan ini, 300 KK di dua padukuhan tak mendapatkan fasilitas infrastruktur yang memadai.

"Ini akses utama masyarakat Padukuhan Sonya, dan Gunung Kelir," ucap Sukidi, saat ditemui Radar Jogja, Senin (8/12/2025).

Sukidi menjelaskan, Jalan Branti-Gondangan tak pernah tersentuh pembangunan.

Pemeliharaan jalan rutin dilakukan sekitar lima tahun lalu.

Itupun, perbaikan tak dilakukan secara menyeluruh.

Padahal hampir tiga kilometer jalan berstatus rusak berat.

Kerusakan dapat dilihat dengan hilangnya lapisan aspal dan menyisakan kerikil tajam.

Beberapa titik, juga menunjukkan tumpukan lumpur akibat sering dilalui kendaraan masyarakat.

Selain jalan yang rusak, jembatan Jalan Branti-Gondangan mengalami amblas.

Agar jalan tetap terhubung, warga secara swadaya melakukan perbaikan mandiri menggunakan potongan batang kelapa.

Akan tetapi, pasca perbaikan jembatan tersebut kembali rusak.

"Jalannya tinggal batu kerikil bekas aspal, kalau jembatannya sudah amblas akhirnya ditutup menggunakan batang kelapa," ungkapnya.

Kebutuhan perbaikan jalan, dirasa masyarakat cukup mendesak.

Lantaran, Jalan Branti-Gondangan merupakan akses utama dua padukuhan untuk menuju Kapanewon Pengasih, dan Girimulyo.

Di samping itu, beragam insiden kecelakaan sempat terjadi.

Alasannya, kondisi jalan penuh dengan batu mengakibatkan kendaraan mudah tergelincir.

Beberapa kali upaya pengusulan telah dilakukan masyarakat melalui desa hingga tingkat kapanewon.

Akan tetapi, tak ada tindak lanjut atas usulan tersebut. Bahkan beberapa tahun lalu, warga sempat membuat aksi protes dengan tanam pohon pisa di jalan.

"Harapan kami, pemkab segera melakukan perbaikan minimal yang tiga kilometer ini," ungkapnya.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Septi Adi Jati Prabowo menyampaikan, pihaknya berencana melakukan perbaikan Jalan Branti-Gondangan di tahun 2026.

Di tahun sebelumnya, perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan.

Nahasnya, kebijakan efisiensi anggaran dilakukan pemerintah pusat, menghasilkan pencoretan program perbaikan.

"Kami usahakan perbaikan di 2026, anggaran Rp 250 juta digunakan untuk perbaikan jembatan dahulu," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Jalan Branti Gondangan #efisiensi anggaran #Kalurahan Jatimulyo Kapanewon Girimulyo #Kulon Progo #Pemkab Kulon Progo #padukuhan #jalan rusak berat #Akses penghubung #Jembatan dari Kayu