Pimpinan Produksi Menoreh Screening Afif Tri Mulkan menjelaskan, peringatan Hakordia di Kulon Progo memiliki beragam kegiatan. Mulai dari kegiatan melukis, bermain ular tangga hingga menonton film. Target pesertanya, bukan lagi orang dewasa, melainkan anak-anak hingga remaja.
"Puncak acaranya, ada nonton film, stand up comedy, dan diskusi publik," ucap Afif, Minggu (7/12).
Afif menjelaskan, antusias nonton film tergolong cukup banyak. Lantaran, ada puluhan peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Film merupakan karya anak bangsa hasil lomba yang diselenggarakan KPK RI beberapa tahun lalu. Kemudian dikemas sebagai sarana sosialisasi anti korupsi.
Karya film dianggap sarana efektif dalam sosialisasi pencegahan anti korupsi. Terdapat dimensi visual yang mampu menggugah kesadaran penonton untuk menjauhi tindakan pidana itu. Di samping itu, film tak memiliki unsur menggurui, karena sifatnya yang luas.
"Film tak memiliki sifat menggurui, jadi pesan moral di dalam film lebih mudah diterima," ungkapnya.
Sementara itu, Analis Tindak Pidana Korupsi KPK RI Aditya Budiman menjelaskan, pihaknya sengaja menggandeng komunitas film. Bukan hanya di kota besar, peringatan Hakordia mengusung tema film yang menyentuh masyarakat kabupaten drngan akses terbatas.
"Anti Corruption Film Festival, diharapkan mampu menampung sineas dan memberikan manfaat ke masyarakat," ungkapnya.
ACFEST besutan KPK RI diselenggarakan dengan menayang tiga film bertemakan pencegahan korupsi. Diharapkan melalui film ini, dapat menumbuhkan calon pegiat film ataupun sineas.
Di samping itu, keberadaan ACFEST sebagai upaya membentuk generasi anti korupsi. Pasalnya, produk film cukup efektif dalam menanamkan sikap anti korupsi secara yidak langsung. (gas)
Editor : Bahana.