KULON PROGO - Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) kalurahan di Kulon Progo dipastikan mengalami penurunan.
Dampaknya, honor Guru Paud hingga kader posyandu ikut terancam.
Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Kulon Progo (Bodronoyo) Danang Subiantoro menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan informasi penurunan DD serta ADD.
Akan tetapi, kepastian nominal DD dan ADD menunggu pemerintah pusat serta kabupaten.
"Informasinya DD dan ADD dipangkas, untuk pagunya masih menunggu," ucap Danang, Sabtu (6/12/2025).
Danang menjelaskan, dampak penurunan DD Yang berasal dari pemerintah pusat akan langsung merujuk pada program pemkal.
Utamanya, pembangunan infrastruktur dan program lain yang bersifat pemberdayaan masyarakat.
Di samping itu, honor guru PAUD dan kader Posyandu dipastikan terdampak.
Lantaran, DD 2026 mengalami penurunan hampir 15% atau Rp 14,7 miliar.
Penurunan ini, akan mengalihkan belanja program pemberdayaan di sektor pendidikan dan kesehatan.
Selain DD, ADD yang bersumber dari APBD Kulon Progo 2026 dipastikan mengalami penurunan.
Alhasil, anggaran ADD berpotensi tak bisa menutup kebutuhan honor kader dan guru PAUD.
"Kami harus menyesuaikan pagu anggaran untuk setiap program, tetapi bisa dipastikan terdampak," ungkapnya.
Danang menjelaskan, pihaknya masih menunggu keputusan Menteri Keuangan RI untuk memastikan pagu DD 2026.
Sedangkan, untuk ADD pihaknya menunggu APBD 2026 disahkan.
Idealnya, APBKal 2026 akan dirancang awal 2026 nanti.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Dalduk Kulon Progo Muhadi membenarkan penurunan DD serta ADD.
Untuk DD pihaknya masih menunggu arahan Kementerian Keuangan RI, namun nominalnya telah dapat dilihat dengan penurunan Rp 14,7 miliar.
"ADD juga turun, karena sumber ADD berasal dari DAU," ungkapnya. (gas)
Berikut dana desa beserta alokasinya dihimpun dari data Dinas PMKal Dalduk Kulon Progo.
Editor : Meitika Candra Lantiva